JOGJA - Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY akan menggelar patroli Trantibumlinmas (ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat) selama Ramadan. Target sasaran operasi penertiban ini adalah peredaran minuman beralkohol (mihol), tempat hiburan malam, pengamen dan manusia silver.
Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji mengatakan operasi dilakukan sebelum hingga setelah bulan puasa di seluruh kabupaten/kota di DIY. Tanda dimulainya patroli ini adalah dengan dilaksanakannya apel siaga pada Senin (9/2) lalu. "Target kami peredaran mihol dan rokok ilegal," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Minggu (15/2).
Laporan terakhir, Satpol PP DIY telah menyita sebanyak 72 botol mihol di tiga titik lokasi penjualan. Dari salah satu warung tersebut, petugas juga mendapati puluhan slop rokok ilegal. Penyitaan akan dilakukan bersama dengan jajaran Kanwil Bea Cukai. "Kami juga bersinergi dengan kepolisian," bebernya.
Total personel Satpol PP yang diterjunkan ada puluhan orang. Dalam satu tim, Satpol PP DIY ada sebanyak 10-15 orang. Jumlah tersebut ditambah dengan personel di masing-masing kabupaten/kota.
Patroli keamanan masyarakat juga akan dilakukan saat sebelum atau sesudah sahur. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan jalanan, balap liar, perang sarung hingga kegiatan lain yang mengganggu kenyamanan masyarakat. "Anak-anak muda itu biasanya setelah sahur," paparnya.
Selain itu, tempat hiburan malam juga diminta untuk tutup dalam rangka menghormati datangnya Ramadan. Patroli juga akan menyasar pengamen maupun manusia silver yang semakin marak. Sebab momentum Ramadan dimanfaatkan oknum karena masyarakat banyak bersedekah. "Pengennya manusia silver itu kami tangkap dan kumpulkan ke Kantor Satpol PP. Tak kon adus nggo sabun cuci piring tak grujugi nganggo selang," kelakarnya.
Seluruh patroli yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya penyakit masyarakat (pekat). Peredaran miras, judi dan hiburan malam termasuk di dalamnya. Namun, Bagas tidak memberikan keterangan spesifik kapan jadwal patroli dilakukan. "Itu nanti acak. Kalau tak kasih tahu ya nanti mereka lari," bebernya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita