RADAR JOGJA - Kabar duka datang dari seniman legendaris asal Yogyakarta.
Sumisih Yuningsih atau yang dikenal dengan Mbokde Beruk meninggal dunia.
Sumisih menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, sekitar pukul 08.40 WIB.
Kabar ini tersiar melalui pesan beruntun yang dikirimkan melalui WAG.
Dan dibenarkan oleh anaknya Lisa dalam sebuah unggahan status WA.
"Dengan penuh rasa duka dan keikhlasan, kami mengabarkan bahwa nenek kami tercinta telah berpulang ke rahmatullah, Sumiasih Yuningsih pada pagi hari ini," tulisnya.
Jenazah Sumisih hendak dimakamkan Sabtu hari ini pada pukul 15.00 WIB di Makam Dongkelan, rumah duka di Dukuh Mantrijeron, Yogyakarta.
Dalam pesan itu Lisa juga memintakan doa mendiang ibunya.
Siapa Sosok Mbokde Beruk?
Di mata masyarakat Yogyakarta, sosok ini legendaris.
Sosoknya terkenal lewat seni pertunjukan ketoprak.
Ia juga tokoh dagelan Mataram dengan peran antagonis yang melekat.
Sosoknya yang ngeyelan dan menyebalkan justru menghibur, menghadirkan gelak tawa penonton.
Istilah jawanya sosok "nganyelake", meski demikian ia berhasil mencuri perhatian penonton bahkan terbawa di hati.
Sumisih lahir di Bantul pada 5 Januari 1950.
Ia memulai kariernya sebagai PNS RRI Yogyakarta.
Saat itu ia mengemban sebagai pengasuh siaran ketoprak pedesaan.
Kemudian kariernya semakin moncer sejak mengisi acara Angkringan yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta.
Dan dikenal nasional melalui acara Pasar Rakyat yang ditayangkan di Indosiar.
Memiliki karakter yang humoris, ia aktif di Dagelan Mataram.
Di balik kepiawaiannya itu, ia pelajari bukan secara instan.
Rupanya sudah sejak kecil ia berkecimpung di dunia hiburan.
Sejak dirinya berusia tujuh tahun, alias masih duduk di bangku sekolah rakyat.
Darah seni rupanya mengalir deras dari sang ayah, yang sudah dulu menggeluti dunia pertunjukkan.
Ia diam-diam suka menonton pertunjukan ayahnya, yaitu Padmodiharjo alias kapuk yang kala itu berperan sebagai dagelan ketoprak.
Yang semula hanya menonton, akhirnya Sumisih terjun sebagai pemeran.
Karena saat itu sang ayah memerlukan pemeran anak-anak.
Ketertarikan Sumisih terhadap seni pertunjukkan akhirnya ia terjun langsung ke panggung menemani sang Ayah.
Hingga beragam penghargaan ia terima.
Seniman Mbok Beruk menghembuskan nafas terakhirnya di usia 76 tahun, saat menjalani perawatan medis di RSUD Sardjito Yogyakarta.