Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seniman Legendaris Yogyakarta Mbok Beruk Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun, Ini Profilnya

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:29 WIB

 

Sumisih Yuningsih  alias Mbok Beruk.
Sumisih Yuningsih alias Mbok Beruk.
 
 
RADAR JOGJA - Kabar duka datang dari seniman legendaris asal Yogyakarta.
 
Sumisih Yuningsih atau yang dikenal dengan Mbokde Beruk meninggal dunia.
 
Sumisih menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, sekitar pukul 08.40 WIB.
 
Kabar ini tersiar melalui pesan beruntun yang dikirimkan melalui WAG. 
 
Dan dibenarkan oleh anaknya Lisa dalam sebuah unggahan status WA.
 
"Dengan penuh rasa duka dan keikhlasan, kami mengabarkan bahwa nenek kami tercinta telah berpulang ke rahmatullah, Sumiasih Yuningsih pada pagi hari ini," tulisnya.
 
Baca Juga: Persebaya vs Bhayangkara, Bernardo Tavares Waspadai Pemain Asing Baru dan Transisi Ofensif The Guardians Besutan Paul Munster
 
Jenazah Sumisih hendak dimakamkan Sabtu hari ini pada pukul 15.00 WIB di Makam Dongkelan, rumah duka di Dukuh Mantrijeron, Yogyakarta.
 
Dalam pesan itu Lisa juga memintakan doa mendiang ibunya.
 
Siapa Sosok Mbokde Beruk?
 
Di mata masyarakat Yogyakarta, sosok ini legendaris.
 
Sosoknya terkenal lewat seni pertunjukan  ketoprak.
 
Ia juga tokoh dagelan Mataram dengan peran antagonis yang melekat.
 
Sosoknya yang ngeyelan dan menyebalkan justru menghibur, menghadirkan gelak tawa penonton.
 
Baca Juga: Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta x PT. Angkasa Pura region Yogyakarta, Astra Motor Yogyakarta Beri Bekal Keselamatan Berkendara
 
Istilah jawanya sosok "nganyelake", meski demikian ia berhasil mencuri perhatian penonton bahkan terbawa di hati.
 
Sumisih lahir di Bantul pada 5 Januari 1950.
 
Ia memulai kariernya sebagai PNS RRI Yogyakarta. 
 
Saat itu ia mengemban sebagai pengasuh siaran ketoprak pedesaan. 
 
Kemudian kariernya semakin moncer sejak mengisi acara Angkringan yang ditayangkan di TVRI Yogyakarta. 
 
Dan dikenal nasional melalui acara Pasar Rakyat yang ditayangkan di Indosiar. 
 
Memiliki karakter yang humoris, ia aktif di Dagelan Mataram.
 
Di balik kepiawaiannya itu, ia pelajari bukan secara instan.
 
Baca Juga: Kepala Kemenag Bantul Imbau Materi Ceramah saat Ramadan Tidak Tonjolkan Perbedaan
 
Rupanya sudah sejak kecil ia berkecimpung di dunia hiburan.
 
Sejak dirinya berusia tujuh tahun, alias masih duduk di bangku sekolah rakyat. 
 
Darah seni rupanya mengalir deras dari sang ayah, yang sudah dulu menggeluti dunia pertunjukkan. 
 
Ia diam-diam suka menonton pertunjukan  ayahnya, yaitu Padmodiharjo alias kapuk yang kala itu berperan sebagai dagelan ketoprak.
 
Yang semula hanya menonton, akhirnya Sumisih terjun sebagai pemeran.
 
Baca Juga: Saksi Tak Tahu Kustini Menangkan Pilkada Sleman, Respons Pertanyaan  PH Terdakwa Sri Purnomo,  JPU Mesam-mesem
 
Karena saat itu sang ayah memerlukan pemeran anak-anak. 
 
Ketertarikan Sumisih terhadap seni pertunjukkan akhirnya ia terjun langsung ke panggung menemani sang Ayah.
 
Hingga beragam penghargaan ia terima. 
 
Seniman Mbok Beruk menghembuskan nafas terakhirnya di usia 76 tahun, saat menjalani perawatan medis di RSUD Sardjito Yogyakarta.
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Mbok Beruk #Sumisih Yuningsih #Mbok Beruk Meninggal #Yogyakarta #Seniman legendaris yogyakarta #ketoprak