Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keraton Yogyakarta Gelar Sugengan, Awali Renovasi Bangunan dan Pemangkasan Setelah Ambruknya Pohon Beringin Kotagede

Iwan Nurwanto • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:10 WIB

 

Abdi dalem Keraton Jogja menggelar prosesi Sugengan atau upacara selamatan sebelum memulai rangkaian renovasi bangunan dan pemangkasan pohon beringin di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede
Abdi dalem Keraton Jogja menggelar prosesi Sugengan atau upacara selamatan sebelum memulai rangkaian renovasi bangunan dan pemangkasan pohon beringin di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede

 

JOGJA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memulai rangkaian renovasi bangunan dan pemangkasan pohon beringin di kawasan Makam Raja Kotagede. Tahapan diawali prosesi sugengan atau upacara selamatan Jumat (13/2).


Sugengan diikuti oleh puluhan abdi dalem. Diawali dengan doa bersama, diiringi kemelut asap kemenyan dan uba rampe. Lalu ditutup dengan pemanjatan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Staf Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Purwo Darmo Pertolo mengatakan, sugengan merupakan salah satu rangkaian memohon keselamatan dan kelancaran. Sebab nantinya, akan ada pekerjaan rehabilitasi sejumlah bangunan. Sekaligus pemangkasan pohon beringin yang sebelumnya ambruk.


“Intinya doa minta keselamatan, baik proses pekerjaannya maupun tenaga kerjanya, supaya tidak ada halangan," ujar Purwo saat ditemui di sela sugengan.

Purwo menjelaskan, bangunan yang direhab meliputi area Sendang Putri dengan proyek pembuatan saluran air. Kemudian perbaikan halaman dan penataan area luar benteng sendang. Pekerjaan juga menyasar area Bangsal Duda dengan perbaikan bangunan bangsal, penataan halaman, dan renovasi fasilitas sumur dan kamar mandi.

Rehabilitasi juga menyasar bangunan Pendopo Prajurit yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tertimpa patahan dahan pohon. Sementara pemangkasan pohon beringin, dilakukan untuk mengurangi risiko dahan patah kembali terulang.


“Pohon tidak ditebang seluruhnya, tapi dipangkas dan disisakan sekitar empat meter agar tetap hidup dan tumbuh tunas baru,” jelas Purwo.


Sementara itu, Pangarso Abdi Dalem Makam Panembahan Senopati KRT Hastono Kusumo menyampaikan, pemangkasan pohon beringin legendaris dilakukan karena sudah beberapa kali terjadi insiden. Pertama pada 2 Januari karena hujan disertai angin kencang. Lalu kejadian kedua di 11 Februari, namun tanpa disertai hujan maupun angin kencang.

Hastono mengungkap, pohon beringin di kawasan Makam Raja Kotagede sudah berusia sekitar enam abad. Pohon tersebut ditanam oleh Sunan Kalijaga. “Untuk terakhir pemangkasan sudah puluhan tahun lalu,” sebut Hastono. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat #renovasi #sugengan #Makam Raja #Abdi Dalem #kotagede