JOGJA - Program food bank Lumbung Mataraman milik Pemkot Jogja dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Instansi terkait mengklaim suplai bahan makanan tetap optimal meskipun ada penyesuaian konsumsi pada beberapa sektor yang selama ini menjadi donatur.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, efisiensi konsumsi di sektor perhotelan, restoran, maupun perkantoran selama bulan puasa menurutnya tidak akan berpengaruh. Lantaran kini sudah banyak pihak yang menjadi donatur program tersebut.
Food bank Lumbung Mataraman juga sudah didukung melalui APBD 2026. Sehingga program tersebut bisa berjalan mandiri. Serta tidak semata-mata mengandalkan makanan berlebih dari sektor swasta.
“Kalau di awal-awal kami membangun komitmen dengan hotel dan restoran, setelah itu meluas dengan rumah zakat, rumah retret, kemudian dengan kelompok tani,” ujar Sukidi saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (12/2).
Program Lumbung Mataraman kini telah menyasar 5.000 penerima. Meliputi lansia, masyarakat miskin, anak-anak terlantar, santri, dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan pangan.
Sukidi juga menjamin aspek keamanan pangan yang didistribusikan. Sehingga setiap makanan yang diberikan kepada penerima sasaran tetap aman dikonsumsi.
Penyaluran pangan Lumbung Mataraman juga tidak berubah meskipun bulan Ramadan. Artinya, makanan tetap diberikan bagi sasaran yang membutuhkan makanan diluar waktu berpuasa.
“Jadi food bank Lumbung Mataraman istilahnya tetap berjalan sampai kiamat kurang satu hari,” ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo