JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja memprediksi empat titik ruas jalan menjadi pusat kegiatan pasar Ramadan.
Upaya pengaturan lalu lintas pun disiapkan sebagai antisipasi kemacetan.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu empat titik rawan kepadatan lalu lintas itu meliputi Jalan Nitikan, Jalan KH Ahmad Dahlan (Kampung Kauman), Jalan Jogokariyan, dan Kawasan XT Square.
Arif mengaku, empat titik tersebut akan menjadi atensi pihaknya bersama dengan kepolisian.
Sebab diprediksi nantinya terjadi potensi kepadatan lalu lintas. Dampak dari aktivitas perdagangan takjil atau hidangan buka puasa.
“Kami tetap ingin mengedepankan kelancaran lalu lintas, tapi kami juga akan berempati kepada masyarakat luas, jadi mohon maaf apabila melewati titik-titik tersebut kelancaran juga agak terhambat,” ujar Arif saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (12/2/2026).
Mantan Camat Gondomanan itu mengaku juga fokus terhadap pengawasan armada logistik bahan pokok.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya gangguan suplai selama momentum hari raya Idul Fitri.
Arif menyatakan, upaya yang dilakukan dengan meningkatkan intensitas uji KIR. Supaya kendaraan pengangkut kebutuhan pokok benar-benar laik jalan.
“Sehingga alat angkut barang itu betul-betul sehat, baik sehat kendaraan dan sehat orangnya,” jelas Arif.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jogja Kadri Renggono mengaku telah bekerja sama dengan Kulon Progo untuk ketersediaan bahan pangan khususnya beras.
Sebab diakui, Kota Jogja tidak bisa memproduksi sendiri.
“Kolaborasi ini diharapkan benar-benar berdampak pada stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Jogja,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita