Curhatan anonim karyawan studio animasi grup universitas di Jogja viral di Instagram: gaji & tunjangan tertunggak berbulan-bulan, pesangon puluhan-ratusan juta per orang belum dibayar, PHK bertahap, sementara kampus bangun cabang baru. Sudah lapor Disnaker dan rektor, tapi hanya janji belaka. Ribuan netizen simpati.
JOGJA – Sebuah curhatan anonim dari karyawan studio animasi milik sebuah universitas di Yogyakarta menjadi viral di Instagram, memicu simpati dan kemarahan netizen atas nasib ratusan pekerja yang belum menerima gaji serta hak-haknya sejak Januari 2025.
Postingan di akun @merapi_uncover (dengan kode post DUmnvBUkst-) yang diunggah beberapa jam lalu telah ditonton ribuan kali, mendapat 8.700+ likes dan 800+ komentar.
Penulis yang meminta identitasnya disamarkan mengaku sebagai salah satu dari lebih dari 100 karyawan studio animasi grup tersebut.
Dalam curhatannya, ia menjelaskan:
"Sudah dari Januari 2025 gaji dan tunjangan kami belum terbayarkan sepenuhnya. Ada 100an lebih karyawan, dan secara bertahap kami di-PHK, padahal sudah kerja 10 thn lebih. Hak kami belum terbayarkan hanya catatan gaji dan pesangon terhutang yang jumlahnya tiap orang bisa puluhan hingga ratusan juta, tanpa keterangan jelas kapan akan dibayarkan."
Menurut pengakuan tersebut, para karyawan—kebanyakan alumni universitas yang sama—sudah berupaya menyelesaikan masalah melalui jalur resmi: melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), berdialog langsung dengan rektor, serta pengurus yayasan.
Namun, respons yang diterima hanya janji-janji tanpa realisasi.
"Kami sudah berusaha lapor ke Disnaker, berdialog dengan rektor dan pengurus yayasan, tapi selalu cuman dijanjiin. Katanya tidak punya dana, tapi malah bikin kampus baru di daerah M."
Kondisi ini membuat banyak karyawan—yang rata-rata sudah berkeluarga—terjerat utang karena tak kunjung menerima penghasilan.
Penulis curhatan berharap postingan ini bisa "menggerakkan hati" pihak universitas untuk segera menyelesaikan tunggakan.
Hingga berita ini diturunkan, akun universitas terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait isu ini.
Pihak Disnaker Yogyakarta juga belum dimintai konfirmasi lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan hak pekerja di sektor kreatif dan pendidikan swasta di Indonesia, terutama pasca-pandemi dan di tengah tekanan ekonomi 2025-2026.
Netizen di kolom komentar Instagram ramai mendukung: mulai dari saran boikot, tag akun resmi universitas, hingga desakan agar Kementerian Ketenagakerjaan turun tangan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin