Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Emas Masih Jadi Pilihan Utama untuk Lindungi Nilai Rupiah, Konsisten Selalu Sisihkan Gaji 10 Persen

Delima Purnamasari • Minggu, 8 Februari 2026 | 20:18 WIB
ilustrasi emas antam berbagai ukuran
ilustrasi emas antam berbagai ukuran

JOGJA - Nilai mata uang rupiah yang terus melemah membuat masyarakat memutar otak. Uang dingin kini tidak sekadar ditabung secara manual. Namun dibelikan berbagai jenis aset yang bisa menjaga nilai uang stabil, bahkan meningkat.


Salah satunya adalah Sujari. Dia mengaku hampir selalu konsisten menyisihkan gajinya untuk membeli emas digital. Pemilihan aset jenis ini dinilai karena lebih murah. Tidak seperti ketika membeli emas secara fisik yang harganya tinggi.


"Kalau beli emas secara fisik ketika ada uang senggang yang agak banyak," katanya saat dihubungi minggu (8/2).


Pembelian aset secara konsisten ini juga dilakukan untuk mencegah sikap boros. Lantaran ketika uang disimpan begitu saja pasti akan terpakai.


Rata-rata dalam sebulan dia menyisihkan pendapatan sekitar 10 persen untuk pembelian aset ini. Sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan. Mulai dari nafkah untuk istri, mengirim uang ke orang tua, kebutuhan harian, hingga sedekah.


Sujari mengaku, juga membeli aset dalam bentuk saham. Hanya saja ini sekadar langkah coba-coba. Ketika beruntung maka nilainya bisa naik. Kalau pun tidak, dia juga tidak merasa keberatan. Platform yang digunakan adalah BRIGHTS karena dia memiiki tabungan di BRI. Jadi, dinilai lebih praktis. "Tidak ada tujuan khusus. Memang niat untuk menyimpan saja," ucapnya.


Penyimpanan aset dalam bentuk tanah juga jadi keinginannya. Hanya saja saat ini masih terbatas pada pembelian satu bidang saja. Saat itu pembelian dilakukan karena mendapat harga murah dan kebetulan ada uang yang bisa dipakai.


"Kalau sekarang beli aset harus milih salah satu. Misal beli emas atau saham karena memang uangnya terbatas," ucapnya.


Hal senada diungkapkan Iftinan Adhasari. Emas menjadi pilihannya untuk melindungi nilai pendapatan yang diperoleh. Harga logam mulia dinilai lebih stabil, bahkan dari waktu ke waktu bisa meningkat. Dia jadi memiliki margin keuntungan jika membandingkannya dengan harga terbaru.


Hanya saja dia fokus untuk membeli emas secara fisik. Kalau pun ada kebutuhan mendesak, penjualannya sangat mudah karena banyak peminatnya. Emas digital dinilai lebih riskan sehingga dia belum tertarik.


Dia pernah dapat informasi saat konsumennya ingin mencetak emas digital secara fisik, stoknya ternyata kosong. "Aku belinya di toko emas resmi. Biasanya dengan gram yang kecil-kecil aja," katanya.


Dia juga mencoba menyimpan aset berupa saham lewat platform Bibit. Dengan pertimbangan kanalnya mudah dipahami pemula, terpercaya, dan sudah dipakai banyak orang. Sementara aset berupa tanah dia belum menginginkan.


Baginya harga tanah di Jogja terlampau mahal. "Yang pasti kalau ada uang lebih, sekarang pilih menyimpan aset dalam bentuk emas," tambahnya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#emas #rupiah #gaji