JOGJA - Sebelum Presiden Prabowo Subianto mengampanyekan gerakan Indonesia aman, sehat, resik dan indah (ASRI) Wali Kota Jogja sudah membuat gerakan Jogja tanpa rumput liar.
Pada Jumat Wage (6/2/2026) seluruh elemen masyarakat Kota Jogja pun serentak turun membersihkan lingkungan sekitarnya.
Semangat korve yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto itu pun dilakukan semua elemen masyarakat.
Mulai dari pelajar, warga masyarakat hingga ASN di lingkungan Pemkot Jogja. Di 14 kemantren di seluruh Kota Jogja melakukan kerja bakti masal.
Di Kota Jogja sekaligus menggemakan kembali slogan Jogja Berhati Nyaman. Salah satu titik yang menjadi sasaran adalah kawasan Malioboro.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Dedi Budiono menyampaikan, Jogja Berhati Nyaman sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja Nomor 1 Tahun 1992.
Hanya selama ini sekadar konsep. Kemudian di tahun ini pemkot berkomitmen menjalankan aturan tersebut.
Dedi yang memimpin Apel Gerakan Jogja Berhati Nyaman di Malioboro itu berharap lewat gerakan tersebut dapat mewujudkan Kota Jogja sebagai kota yang bersih, sehat, indah, dan nyaman. Sehingga wisatawan bisa lebih tertarik untuk datang ke Jogja.
Dia menyatakan, implementasi Gerakan Jogja Berhati Nyaman juga akan menjadi kewajiban seluruh pelaku usaha, pemerintah aparat, maupun masyarakat. Pemkot Jogja kedepannya akan membuat surat edaran.
“Kalau ini menjadi sebuah gerakan masif di seluruh kota, maka harapan Jogja yang bersih dan nyaman itu bisa kita wujudkan,” tegas Dedi.
Salah satu wisatawan, Mega Kusuma Dewi mengungkapkan kekagumannya terhadap upaya progresif pelestarian Malioboro lewat Gerakan Jogja Berhati Nyaman.
Wisatawan asal Banyuwangi ini menilai kawasan Malioboro sudah sepatutnya dijaga kebersihannya.
Meskipun demikian, Mega menyoroti masih belum tertatanya pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro. Lantaran kehadiran PKL kerap membuat suasana tidak nyaman. Apalagi ketika sedang padat wisatawan.
“Kalau tidak terlalu ramai sebenarnya tidak mengganggu, tapi kalau lagi crowded itu ganggu banget (PKL),” sebut Mega.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, gerakan ASRI yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan salah satu ajakan kepala negara kepada daerah untuk bergotong royong membersihkan lingkungan.
Hasto menyatakan, konsep Gerakan ASRI senafas dengan gerakan serupa yang sudah dilakukan di Kota Jogja. Bahkan sebelum presiden memberikan amanat tersebut.
"Sangat nyambung sekali dengan apa yang kita lakukan. Bahkan dua minggu sebelum imbauan kurve itu, kami sudah kurve dari Balai Kota sampai Pojok Beteng Kulon,” ujarnya.
Hasto menambahkan untuk gerakan ini pun dilakukan secara bersama-sama bergotong royong pemkot, aparat dan dengan masyarakat.
Dia mencontohkan petugas Satpol PP Kota Jogja yang jumlahnya 600-an orang dan petugas dari DLH sudah rutin diminta melakukan aksi bersih-bersih.
Termasuk sekolah yang juga sudah diminta tak hanya di lingkup sekolahnya saja. Tapi radius 200 meter dari sekolah juga diminta bersih dari rumput liar hingga sampah.
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq menegaskan, gerakan kerja bakti Jogja ini memperkuat program kebersihan yang telah berjalan konsisten di tingkat kota dan kini beririsan dengan kebijakan pusat.
“Kebetulan saja program yang sudah dilaksanakan pemerintah kota ini juga menjadi program tingkat pusat. Jogja sudah mendahului dan ternyata nyambung, sesuai dengan harapan Pak Presiden,” jelas Rajwan. (inu/pra)
Editor : Winda Atika Ira Puspita