IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
TURUN : Armada mobil pemadam kebakaran atau gajah merah dan petugas pemadam saat membersihkan area pedestrian Malioboro, kemarin (6/2).
JOGJA - Ada pemandangan berbeda di kawasan Malioboro Jumat (6/2/2026). Jika wisatawan sering melihat kuda andong wara-wiri, kini yang hadir justru gajah merah, julukan mobil pemadam kebakaran itu turun membersihkan lumut yang menempel di area trotoar.
Kehadiran gajah merah di Malioboro sempat membuat wisatawan keheranan. Sebab selang belalainya menyemprotkan air tekanan tinggi pada area pedestrian. Bukan untuk memadamkan api, tapi membersihkan lumut.
Ya, lumut memang menjadi salah satu permasalahan di area pedestrian Malioboro karena tumbuh subur saat musim penghujan.
Lumut memang tidak berbahaya, tapi bisa saja membuat pejalan kaki terpeleset.
Baca Juga: Trah Sultan HB II Siapkan Gugatan Internasional, Tolak Pengembalian Manuskrip dalam Bentuk Digital
“Penggal Malioboro tidak ada rumput, yang ada lumut menempel dan mengotori fasum (fasiltias umum). Ini harus dibersihkan dengan air, digosok detergen, lalu dibilas lagi agar benar-benar bersih,” ujar Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja Taokhid di sela pembersihan.
Taokhid tidak sendiri, ada 60 petugas damkar yang diterjunkan membantu pembersihan area pejalan kaki.
Mereka membawa peralatan seperti sikat lantai dan sabun cuci. Fokus pemberishan tidak hanya pada lantai tapi juga kursi.
Baca Juga: Bursa Transfer Paruh Musim 2025/2026 Ditutup, PSS Sleman Tidak Datangkan Pemain Baru Lagi
Kesatria biru pun dibantu dari unsur seperti petugas sapu jalan dan pekerja konstruksi harian yang sehari-hari merawat kebersihan kawasan Malioboro.
Alhasil kini suasana Malioboro jauh lebih bersih. Lantai putih tidak menghitam seperti sebelumnya.
Taokhid menyatakan, pihaknya mendapatkan jatah pembersihan dari pertigaan Pasar Kembang hingga simpang Jalan Pajeksan.
Namun khusus armada gajah merah memiliki kewajiban menyemprot seluruh area trotoar.
Menurutnya, pembersihan area pedestrian Malioboro sudah sering dilaksanakan melalui program Selasa Wagen.
Namun karena dirasa kurang optimal kini digaungkan gerakan Jogja Berhati Nyaman.
“Pedestrian Malioboro menjadi salah satu sasaran utamanya,” jelas Taokhid.
Salah satu wisatawan asal Banyuwangi Jawa Timur, Mega Kusuma Dewi mengaku terkejut dengan kehadiran mobil pemadam kebakaran. Sebab kehadiran kendaraan besar itu jarang ada di Malioboro.
Mega pun menyambut positif kegiatan bersih-bersih di kawasan Malioboro. Lantaran pengunjung juga merasakan suasana berbeda.
Yakni lebih bersih dan adem karena disiram air. Sehingga terpancar kesejukan.
"Dulu saya pernah ke sini belum sebersih ini, jadi progres Malioboro sebagai destinasi wisata sudah bagus banget," terang Mega. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita