Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Waspadai Penyebaran Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tidak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Hewan

Iwan Nurwanto • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:27 WIB
Ilustrasi virus nipah.
Ilustrasi virus nipah.

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) mewaspadai penyebaran virus Nipah, meski belum ada temuan kasus penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia di Indonesia. Upayanya dengan memperkuat surveilans kesehatan.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Solikhin Dwi Ramtana mengatakan, virus Nipah perlu diwaspadai karena mudah menular.

Baik itu dari kelelawar buah sebagai reservoir maupun penduduk yang berasal dari negara penularan.

Solikhin menjelaskan, sampai saat ini virus Nipah sudah ditemukan di Malaysia, Filipina, Bangladesh, dan India.

Secara geografis negara-negara tersebut dekat dengan Indonesia. Sehingga perlu diantisipasi agar tidak merebak.

“Kami akan memperkuat surveilans kesehatan, khususnya pemantauan gejala klinis yang mengarah pada infeksi Nipah,” ujar Solikhin di Balai Kota Jogja, Rabu (4/2/2026).

Penguatan surveilans dilakukan instansi ini dengan pemantauan kasus penyakit pernafasan seperti Influenza Like Illness (ILI), ISPA akut, serta Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di seluruh puskesmas. Hingga saat ini belum ada peningkatan terhadap kasus tersebut.

Kendati begitu, Solikhin meminta agar masyarakat mewaspadai berbagai gejala yang mengarah ke virus Nipah.

Gejala awal biasanya diawali dengan demam akut. Lalu berlanjut menjadi gangguan saraf, seperti penurunan kesadaran dan kejang.

 Baca Juga: Siswa di Kulon Progo Tak Perlu Lagi Beli LKS, Buku Bisa Diakses Melalui Website dan Aplikasi

Menurutnya, virus Nipah juga dapat menyerang otak. Sehingga memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi. Bisa berkisar antara 40 hingga 75 persen untuk berujung pada kematian.

“Puskesmas sudah kami minta waspada dan segera melakukan pelaporan bila menemukan gejala yang mengarah,” beber Solikhin.

Mengingat virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, dia juga meminta agar masyarakat melakukan berbagai upaya pencegahan dengan selalu mencuci buah sebelum dikonsumsi.

Lalu juga tidak memakan buah yang sudah rusak akibat gigitan hewan. Di samping itu penting juga untuk memasak produk olahan nabati seperti air nira sebelum dikonsumsi agar menghindari kontaminasi virus.

Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar imunitas tubuh tetap dalam kondisi prima.

Sementara jika terlanjur sakit wajib menggunakan masker dan mengurangi interaksi dengan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

“Harapannya, dengan kewaspadaan bersama dan langkah pencegahan yang tepat virus Nipah tidak ditemukan di Kota Jogja,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#zoonosis #menular dari hewan ke manusia #dinkes jogja #Pemkot Jogja #virus nipah