Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Diminta Jangan Panik, Pertengahan Februari 2026 Harga Bahan Pokok di Kota Jogja Diprediksi Meroket

Iwan Nurwanto • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:04 WIB
Ilustrasi penjual bahan pokok di Jogja.
Ilustrasi penjual bahan pokok di Jogja.

JOGJA - Sejumlah bahan pokok di Kota Jogja diprediksi mengalami kenaikan harga mendekati bulan ramadan.

Bahkan ada kemungkinan harga sudah meroket sejak pertengahan bulan ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Kota Jogja Fandi Akhmad.

Menurutnya, kenaikkan harga komoditas bahan pokok merupakan siklus tahunan.

Karena di momentum bulan ramadan dan mendekati Idul Fitri permintaan sejumlah komoditas meningkat.

“Kami memperkirakan pada bulan Februari akan terjadi inflasi lagi karena kenaikan harga cenderung mengikuti teori supply and demand,” ujar Fandi saat ditemui di kantornya, Senin (2/2/2026)

Fandi menyebut, kenaikan harga komoditas bahan pokok memang menjadi hal lumrah.

Lantaran ketersediaan komoditas di pasaran menipis seiring tingginya permintaan.

Menghadapi hal tersebut, dia meminta agar masyarakat tidak panik.

Sebab biasanya harga komoditas bahan pokok akan berangsur normal setelah bulan ramadan dan Idul Fitri.

“Setelah lebaran tren harga akan mulai menurun kembali,” bebernya.

Pantauan Radar Jogja di Pasar Beringharjo pada Selasa (3/2/2026) harga sejumlah bahan pokok terbilang stabil.

Untuk daging ayam misalnya, masih berada di harga Rp 35 ribu per kilogram sejak pekan lalu.

Lalu beras medium dihargai Rp 13 ribu per kilogram.

Fluktuasi harga yang cukup tampak hanya di komoditas cabai rawit merah.

Pada akhir bulan Januari lalu harga cabai rawit merah berkisar di Rp 50 ribu per kilogram.

Namun kini sudah menyentuh Rp 61 per kilogram.

Salah satu pedagang, Maryani menyebut kenaikan harga untuk saat ini memang belum terjadi.

Namun biasanya akan melonjak signifikan ketika memasuki bulan puasa.

Terkhusus pada komoditas daging ayam dan cabe.

Wanita 60 tahun ini menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan pokok dipengaruhi ketersediaan di pasaran.

Jika di bulan ramadan komoditas melimpah maka harganya stabil atau turun.

Namun jika langka akan berlaku sebaliknya.

“Daging ayam dan cabe biasanya banyak dicari untuk kegiatan takjil dan pengajian,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Sri Riswanti mengaku sudah menyiapkan langkah antisipatif kenaikan harga.

Misalnya melalui program pasar murah serentak di 14 kemantren yang dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 27 Februari 2026.

Kegiatan tersebut berupa penjualan bahan pokok langsung ke masyarakat dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran

“Harapannya melalui program ini harga bahan pokok bisa tetap terjaga stabil,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #pasar jogjakarta #harga bahan pokok #Menjelang Puasa Ramadan #menjelang puasa #menjelang ramadan