JOGJA - Meski kasus pembuangan sampah liar di dalam Kota Jogja kian jarang, kawasan perbatasan masih menjadi tantangan pengawasan Satpol PP Kota Jogja.
Ini karena pengawasan di titik rawan tersebut sulit dilakukan, terutama terhadap pelaku yang membuang sampah sembari melintas menggunakan sepeda motor.
Sekretaris Satpol PP Kota Jogja Hery Eko Prasetyo mengatakan, wilayah perbatasan kini menjadi atensinya karena sejumlah kasus masih ditemukan.
Berbeda dengan di dalam kota yang mulai kondusif karena ada kebijakan pembuangan sampah lewat penggerobak.
Misalnya pada awal Januari lalu ada kasus pembuangan sampah liar di sisi barat Jembatan Muja Muju, Umbulharjo yang lokasinya tidak jauh dari Kebun Binatang Gembiraloka.
Timbunan sampah sempat menumpuk di lokasi tersebut dan menimbulkan bau busuk.
Hery mengaku, kawasan perbatasan memang cukup menjadi tantangan bagi petugas karena pembuang sampah liar kerap menggunakan sepeda motor.
Sehingga sulit dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) maupun pelacakan.
“Kesulitannya karena kadang yang membuang sampah itu ditaruh di motor lalu ditendang sambil jalan. Ada CCTV, kelihatan, tapi mau melacaknya sulit karena lewat sekilas saja," ujar Hery saat ditemui di kantornya, Senin (2/2/2026).
Mengantisipasi pembuangan sampah liar kembali terjadi di wilayah tersebut, Hery sudah mengintensifkan pengawasan.
Periode patroli penyisiran titik rawan pembuangan sampah liar diperketat siang dan malam hari.
Kemudian untuk posko pengawasan sampah liar juga diaktifkan kembali. Misalnya di titik rawan seperti di kawasan Gembiraloka dan Jalan Ahmad Dahlan.
Khusus untuk kawasan perbatasan seperti kawasan Gembiraloka dilakukan penjagaan bersama dengan petugas di Kabupaten Bantul.
“Fenomena warga lintas wilayah ini memang menjadi perhatian kami, karena banyak kasus warga luar kota membuang di kota, tapi juga ada warga kota buang di luar kota,” bebernya.
Sementara Lurah Muja Muju Dwi Wahyudi Hamzah menyatakan, kawasan Gembiraloka memang cukup rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Lantaran berada di jalan lintas wilayah.
Pelaku pembuangan sampah liar biasanya memanfaatkan kelengahan petugas untuk membuang sampah.
Misalnya pada momentum libur natal dan tahun baru lalu. “Kami yakin (pembuangnya) bukan orang (warga) sekitar, tapi orang jauh, jadi lewat lalu lempar,” ungkap Dwi. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita