JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja turut mengingatkan ancaman polusi udara. Sebab dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang dapat meningkatkan Particulate Matter 2.5 (PM2.5) yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Kadar polutan PM2.5 atau partikel debu halus ini dipengaruhi kondisi cuaca terik dan tingginya aktivitas kendaraan.
“Kalau musim hujan terus-menerus kemungkinan (PM2.5, Red) turun. Tapi itu perlu dipastikan dengan pengambilan sampel udara,” ujar Intan Ketua Tim Kerja Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani di Balai Kota Jogja Jumat (30/1).
Menurut Intan, pengambilan sampel kualitas udara dilakukan setiap bulan. Terakhir dilakukan pada Desember 2025 dan menunjukkan hasil baik. Kendati begitu, masyarakat tidak boleh lengah. Sebab indikator pencemaran udara cukup banyak. Bisa bersumber dari aktivitas kendaraan, permukiman, industri, maupun perdagangan.
Sementara pencemaran udara kategori tinggi, biasanya terjadi saat musim libur panjang. Namun juga tidak jarang terjadi pada hari-hari biasa. “Memang fluktuatif, ketika transportasi meningkat polusi cenderung tinggi,” jelas Intan.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyampaikan, upaya pencegahan penyakit yang disebarkan melalui udara seperti polusi dan virus bisa dilakukan dengan menggunakan masker. Selain itu, juga perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Penting juga menghindari orang yang sakit dan selalu memakai masker,” pesannya. (inu/eno)