Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wamenkes Benjamin Paulus Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Jogja, Perkuat Kolaborasi dengan Dinkes DIY dan Sektor Industri

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:06 WIB
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (baju putih).
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (baju putih).

YOGYAKARTA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI terus mempercepat transformasi kesehatan masyarakat dengan fokus pada pencegahan penyakit. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya dua program unggulan: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis untuk menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kunjungan kerjanya yang juga dihadiri jajaran Dinas Kesehatan DIY dan manajemen PT HM Sampoerna Tbk di Yogyakarta, Wamenkes memaparkan langkah strategis pemerintah dalam menangani stunting dan penyakit tidak menular (PTM).

1. Perangi Stunting melalui Badan Gizi Nasional

Wamenkes menyoroti peran strategis Badan Gizi Nasional dalam menekan angka stunting yang saat ini masih di angka 18%. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk menyasar 82,9 juta penerima manfaat secara nasional.

"Stunting dimulai dari ibu hamil, persiapan pranikah, hingga anak balita. Fokus kita adalah 1.000 hari pertama kehidupan untuk memastikan pertumbuhan yang optimal," ujar Benjamin Paulus Octavianus (30/1/2026). Saat ini, realisasi awal program telah menyentuh 60 juta anak sekolah di seluruh Indonesia.

2. Cek Kesehatan Gratis: Deteksi Silent Killer di Usia Produktif

Selain gizi, pemerintah menggencarkan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau Hipertensi dan Diabetes. Wamenkes mengingatkan bahwa penyakit ini sering kali menjadi silent killer.

"Hipertensi dan diabetes itu tidak ada keluhannya. Jika tidak terkontrol, dalam beberapa tahun bisa menyebabkan stroke, gagal ginjal, hingga serangan jantung di usia produktif," jelas Benjamin. Program ini meliputi:

Skrining TBC: Pemeriksaan bagi warga atau karyawan dengan gejala batuk lebih dari dua minggu.
Cek Tensi & Gula Darah: Deteksi dini risiko kardiovaskular.
Pendampingan Medis: Pengobatan rutin melalui Puskesmas terdekat.

Sejalan dengan pusat, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menyatakan bahwa Pemda DIY kini memperluas jangkauan layanan kesehatan dengan sistem "jemput bola" ke sektor industri dan komunitas.

"Kami memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberantasan TBC. Salah satunya menyasar komunitas dan perusahaan-perusahaan agar pekerja yang memiliki keterbatasan waktu tetap bisa terlayani," ungkap Gregorius Anung.

Langkah proaktif pemerintah ini mendapat apresiasi positif dari dunia usaha. Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan di lingkungan kerja.

"Tanggapan kami tentu sangat positif. Kehadiran layanan ini memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan karyawan dan memastikan produktivitas tenaga kerja tetap terjaga," kata Ivan Cahyadi.

Kolaborasi lintas sektor antara Kemenkes, Dinkes DIY, dan sektor swasta seperti Sampoerna diharapkan mampu memutus mata rantai penularan TBC dan menekan angka penyakit kronis di wilayah Yogyakarta.

Bagi masyarakat DIY yang ingin melakukan cek kesehatan atau skrining TBC, dapat mengunjungi Puskesmas terdekat atau mengikuti jadwal layanan keliling yang diselenggarakan oleh Dinkes kabupaten/kota setempat tanpa dipungut biaya. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dinkes diy #Wamenkes Benjamin Paulus #pt hm sampoerna tbk #Ivan Cahyadi #Makan Bergizi Gratis #Skrining TBC Yogyakarta #Gregorius Anung Trihadi #pencegahan stunting #Cek Kesehatan Gratis Jogja