Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pohon Beringin Usia Sekitar 600 Tahun di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede Tumbang, Timpa Rumah, Mobil dan Empat Sepeda Motor

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:46 WIB

 

BERUMUR RATU SAN TAHUN : Petugas gabungan dan relawan mengevakuasi pohon beringin yang tumbang di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede, Jogja, kamis (29/1).
BERUMUR RATU SAN TAHUN : Petugas gabungan dan relawan mengevakuasi pohon beringin yang tumbang di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede, Jogja, kamis (29/1).

JOGJA - Pohon beringin berusia ratusan tahun di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Jogja, tumbang, kamis (29/1). Pohon ini menimpa lima sepeda motor dan satu kendaraan roda empat.


"Usianya sudah lebih dari 100 tahun, diperkirakan dari zaman raja Mataram pertama," ujar Relawan Bumi Mataram Rescue (BMR) Kotagede Muhammada Syaparuddin saat ditemui di lokasi kejadian kamis (29/1).


Menurutnya, diperkirakan pohon itu tumbang karena telah berusia tua dan rapuh. Sepengetahuannya, ranting pohon itu sudah empat kali roboh. "Yang besar baru kali ini," bebernya.


Pohon beringin tumbang terjadi sekitar pukul 14.00. Selain rapuh, cuaca saat siang itu di sekitar lokasi memang hujan dan angin relatif kencang.


"Ada empat sepeda motor, sebagian sudah dievakuasi dan dua yang belum dievakuasi. Kondisinya rusak parah," paparnya.


Dari pantauan Radar Jogja, ada lima motor dan satu mobil yang tertimpa ranting pohon beringin. Lima motor berada di dalam benteng kompleks, sedangkan satu mobil berada di luar benteng milik warga setempat.


Selain kendaraan, ambrukan pohon juga menimpa tiga bangunan rumah. Satu pendapa yang biasa digunakan sebagai tempat pengunjung atau peziarah. Kemudian satu rumah warga yang berada tepat di samping lokasi pohon. Kondisinya tidak parah, hanya sebagian atap rusak.


Kerusakan paling parah yakni warung makan yang berada di area parkir. Setengah lebih atapnya rusak dan tiang penyangganya pun roboh. "Tim evakuasi BMR lima personel, BPBD enam personil langsung bergerak setelah mendapat informasi itu," jelasnya.


Proses penanganan akan dilakukan hingga larut malam. Sampai kondisi pohon benar-benar bersih dan tidak menganggu aktivitas warga maupun pengunjung.


Sementara itu, seorang wanita asal Bantul Yani Darojati menceritakan kronologi tumbangnya pohon di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede. Ada tanda-tanda alam sebelum ranting pohon tersebut benar-benar tumbang.


Yani menjadi salah satu saksi mata kejadian pohon tumbang tersebut. Saat itu ia sedang berkunjung ke warung yang kebetulan menjadi terdampak paling parah karena tertimpa pohon.
"Awalnya saya datang, selang lima menit angin tiba-tiba kenceng banget," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian kamis (29/1).


Ia yang berada di warung kemudian bergeser ke pendapa yang hanya berjarak sekitar lima meter dari pohon beringin itu. Ketika melihat ke atas, ranting besar pohon beringin itu digoyang angin cukup kencang. Pohon tumbang sekitar pukul 14.00.


"Dalam hati saya, kok anginnya seperti ini, pohonnya itu sudah ngeri sekali," paparnya.
Ia kemudian berpindah tempat lagi ke lokasi yang agak jauh. Sebagai antisipasi bila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Ia yang tadinya duduk kemudian berdiri dan penuh was-was.
"Tiba-tiba denger suara 'kretek' semakin sering terus saya lari ke parkiran (menjauh)," tandasnya.


Benar seperti prediksinya, ranting besar pohon beringin itu jatuh dan menimpa beberapa kendaraan, warung dan rumah di bawahnya. "Padahal saat itu di warung ada orang. Untungnya beringin ini jatuh di tengah-tengah dan yang di warung tidak lari," jelasnya. "Kalau lari malah kena," tambahnya.

Dikeramatkan oleh Sebagian Orang

Pohon beringin tua yang tumbang di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede dinilai keramat bagi sebagian orang. Pohon itu diperkirakan sudah lebih dari 600 tahun sejak zaman Panembahan Senopati. Bahkan saat ini bagian dari pohon itu banyak diminta oleh peziarah karena dianggap keramat.


Seorang warga sekitar, Suratno menceritakan pohon tersebut telah ada sejak raja Mataram pertama atau pada zaman Panembahan Senopati. Ranting pohon tersebut dikatakan beberapa kali roboh. "Beberapa kali roboh, tapi memang belum pernah ada korban jiwa," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.


Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede terbagi menjadi dua wilayah secara teritori kerajaan. Sebelah selatan diurusi oleh abdi dalem Keraton Jogja. Sedangkan sebelah utara diurusi oleh abdi dalem Keraton Surakara. "Setahu saya kalau yang roboh ini kan masuk wilayah Keraton Jogja," tambahnya.


Ia yang sehari-hari berkegiatan di Kompleks Makam Raja Raja Mataram Kotagede menilai pohon itu dikeramatkan. Sebab, banyak pengunjung maupun peziarah yang sering meminta bagian dari pohon itu untuk dibawa pulang. "Kaya minta sulur pohon, daun bolak balik hingga akarnya," jelasnya.


Abdi dalem yang mengurus lokasi ini, lanjutnya, juga rutin melakukan perawatan di area pohon. Bahkan dilakukan penghormatan dengan pemberian sesaji seperti adat keraton pada umumnya. "Yo diselameti ngoten," ucapnya. (oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#tumbang #pohon beringin #makam raja raja mataram #kotagede