Pohon beringin berusia ratusan tahun di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede tumbang, Kamis (29/1). Pohon tersebut menimpa lima sepeda motor dan satu kendaraan roda empat.
"Usianya sudah lebih dari 100 tahun, diperkirakan dari zamannya Raja Mataram pertama," ujar Relawan Bumi Mataram Reacue (BMR) Kotagede Muhammada Syaparuddin saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (29/1).
Menurutnya, diperkirakan pohon itu tumbang karena telah berusia tua dan rapuh. Sepengetahuannya, ranting pohon tersebut sudah empat kali roboh.
"Yang besar baru kali ini," bebernya.
Pohon tumbang terjadi sekitar pukul 14.00. Selain rapuh, cuaca saat siang tadi di sekitar lokasi memang hujan dan angin relatif kencang.
"Ada empat motor, sebagian sudah dievakuasi dan dua yang belum dievakuasi, kondisinya rusak parah," paparnya.
Dari pantauan Radar Jogja, ada sebanyak lima motor dan satu mobil yang tertimpa ranting pohon beringin. Lima motor berada di dalam benteng kompleks, sedangkan satu mobil berada di luar benteng milik warga setempat.
Selain kendaraan, ambrukan pohon juga menimpa tiga bangunan rumah. Satu pendapa yang biasa digunakan sebagai tempat pengunjung atau peziarah. Kemudian satu rumah warga yang berada tepat di samping lokasi pohon. Kondisinya tidak parah, hanya sebagian atap rusak.
Kerusakan paling parah adalah warung makan yang berada di area parkir. Setengah lebih atapnya rusak dan tiang penyangganya pun roboh.
"Tim evakuasi BMR 5 personil BPBD enam personil langsung bergerak setelah mendapat informasi itu," jelasnya.
Proses penanganan akan dilakukan hingga larut malam. Sampai kondisi pohon benar-benar bersih dan tidak menganggu aktivitas warga maupun pengunjung. (oso)
Editor : Heru Pratomo