JOGJA - Gempa bumi akibat aktivitas Sesar Opak yang menggoncang masyarakat Daerah Istimewa Yogyakrta (DIY), Selasa (27/1/2026) menyebabkan sejumlah bangunan rusak.
Dua kabupaten terdampak paling banyak adalah di Gungkidul dan Bantul.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan setidaknya ada 10 bangunan yang mengalami kerusakan ringan di Gunungkidul.
Rinciannya, Bangunan Balai Padukuhan Ngasem RT03/RW14, Ngalang, Gedangsari mengalami kerusakan pada atap bangunan kerugian.
"Kerugian Rp 500.000 ribu," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Kemudian lima rumah warga di Pagutan, Pengkol, Nglipar mengalami kerusakan pada atap rumah.
Kerugian di taksir sekitar Rp 1 juta yang dihitung setiap rumah Rp 200 ribu.
"Mushola Al Ikhlas di Pagutan juga mengalami kerusakan atap ditambah dinding retak dengan jerugian Rp 1 juta," bebernya.
Masih di Gunungkidul, sebanyak tiga rumah warga di Ngasem, Ngalang, Gedangsari juga mengalami kerusakan pada atap rumah dan teras.
Ditaksir kerugian di dusun tersebut mencapai Rp 1,5 juta.
"Total kerugian dampak gempa kemarin sekitar Rp 4 juta," paparnya.
Assesment telah diilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul untuk meminimalisasi dampak.
Perbaikan dilakukan oleh warga karena dampak dinilai relatif ringan.
"Di Bantul menurut info hanya dua rumah palfonnya jatuh dan retak," tegasnya.
Gempa tektonik yang terjadi kemarin memiliki parameter update dengan magnitudo 4,5.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.87 LS; 110.49 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur BANTUL, DIY dengan kedalaman 11.0 km.
Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
"Peringatan dini dan informasim menjadi perhatian peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," imbuhnya. (Oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva