Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Intai DIY hingga Akhir Januari, BMKG Ungkap Penyebabnya!

Iwan Nurwanto • Senin, 26 Januari 2026 | 20:21 WIB
DAMPAK ANGIN KENCANG: Pohon asam Jawa berusia ratusan tahun tumbang di kawasan Bangsal Sewokoprojo Kamis (1/1).
DAMPAK ANGIN KENCANG: Pohon asam Jawa berusia ratusan tahun tumbang di kawasan Bangsal Sewokoprojo Kamis (1/1).

JOGJA -  Potensi hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi masih mengintai wilayah DIY.

Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi ancaman tersebut dapat berlangsung hingga akhir Januari.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, potensi hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi terjadi karena adanya belokan angin di Pulau Jawa.

Kondisi itu menyebabkan suplai uap air hujan ke atmosfer meningkat dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan juga terpantau relatif hangat dengan kisaran suhu 28 hingga 30 derajat celcius.

Sehingga memungkinkan peningkatan suplai uap air ke atmosfer. Apalagi ditambah kelembaban udara yang mencapai 70-95 persen.

 Baca Juga: Cara Ampuh Mengatasi Ngantuk Saat Puasa: Tips Tetap Segar Seharian

“Ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Warjono saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Dia memprediksi, potensi cuaca ekstrem dapat berlangsung hingga tanggal 29 Januari 2026 mendatang.

Misalnya Selasa (27/1/2026) dimungkinkan hujan dengan intensitas sedang di Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

 Baca Juga: Tak Sulit! Begini Cara Merawat Anggrek Agar Indah dan berbunga Lebat

Lalu Rabu (28/1/2026) potensi cuaca hujan intensitas sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.

Serta di hari Kamis (29/1/2026) ada kemungkinan Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Selain potensi hujan disertai angin kencang, Warjono juga meminta masyarakat di pesisir selatan untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi.

Pasalnya tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. “Gelombang laut masuk kategori tinggi,” imbuh Warjono.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Petrus Singgih Purnomo mengaku, pihaknya mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga Februari mendatang. Sebab periode tersebut merupakan masa puncak musim penghujan.

Petrus menyatakan, selama masa puncak musim penghujan berbagai jenis bencana diwaspadai.

Lantaran sepanjang 2025 tercatat ada 138 kejadian pohon tumbang, 66 kejadian atap rusak, 26 kejadian talut longsor dan 12 kejadian banjir luapan sungai.

“Status siaga darurat bencana di Kota Jogja sudah diperpanjang sampai Februari,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Angin Kencang #Hujan #gelombang tinggi