JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, sebanyak 205 titik pohon rawan tumbang tersebar di sejumlah ruas jalan wilayah Kota Jogja.
Upaya meminimalisasi bencana dilakukan dengan cara pemangkasan dahan hingga penebangan khusus pohon yang kondisinya keropos atau sudah membahayakan pengguna jalan.
“Kami ada tim teknis yang memang paham tentang kesehatan pohon. Sehingga memberikan rekomendasi apakah pohon cukup dipangkas ringan, pangkas berat, atau harus ditebang,” ujar Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Jogja Rina Aryati Nugraha saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (25/1/2026).
Rina mengatakan, ratusan titik pohon rawan tumbang itu tersebar di Kawasan Kotabaru, Jalan Gayam, Jalan Sagan, Jalan Sukonandi, Jalan Batikan, Jalan Kusumanegara, Jalan Veteran, Jalan Tegalturi dan Jalan Munggur.
Pohon yang masuk kategori rawan tumbang merupakan tanaman berusia lebih dari 20 tahun.
“Jenis pohonnya berupa tanjung, angsana, waru, sawo kecik, tabebuya, glodogan pecut dan glodogan biasa,” jelasnya.
Baca Juga: Las Patronas, Para Wanita dari Meksiko yang Dikenal sebagai Pelindung Para Migran
Rina mengklaim, lewat upaya pemangkasan tersebut jumlah pohon rawan tumbang kini berkurang signifikan.
Sebab pada 2025 mencapai 1.032 titik. Namun kini hanya menyisakan satu persen dari total 20.537 pohon yang dikelola DLH Kota Jogja.
Dia berharap, masyarakat melapor jika mendapati pohon rawan tumbang di wilayahnya.
Termasuk jika berada di lahan pribadi. Petugas DLH Kota Jogja akan membantu pemangkasan jika masyarakat tidak bisa melakukan mandiri.
“Mengingat dampak hujan lebat dan cuaca ekstrem di Jogjakarta paling banyak adalah pohon tumbang,” jelas Rina.
Berdasar pantauan Radar Jogja di Kawasan Kotabaru, pohon di wilayah tersebut memang cukup rimbun.
Sayangnya, banyak orang yang memanfaatkan area pepohonan sebagai tempat berteduh.
Salah satu pengemudi ojek online, Febri mengaku paham dengan risiko berteduh di bawah pohon rindang.
Dia memastikan segera pergi jika terjadi kondisi cuaca ekstrem. “Seperti kemarin pas ada angin kencang, saat berteduh di sini saya langsung pergi,” ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita