Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angin Kencang Menerjang, Kerusakan Merata di DIJ, Dua Pemotor Tewas di Kawasan UGM karena Tertimpa Pohon Randu

Fahmi Fahriza • Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:49 WIB
BAWA KORBAN: Petugas kepolisian, BPBD dan relawan saat mengevakuasi pohon randu besar di Jalan Lembah UGM yang tumbang dan menewaskan dua pemotor.
BAWA KORBAN: Petugas kepolisian, BPBD dan relawan saat mengevakuasi pohon randu besar di Jalan Lembah UGM yang tumbang dan menewaskan dua pemotor.

JOGJA - Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah DIJ sejak Jumat (23/1) malam hingga kemarin (24/1). Dampak terparah terjadi di Kabupaten Sleman dengan korban jiwa dua orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Agustinus Ruruh Haryata menjelaskan, angin kencang mulai terjadi sejak Jumat sekitar pukul 21.20 dan masih berpotensi berlangsung.

"Angin kencang dipicu aktivitas angin di lapisan udara atas pada level 925 mb dengan kecepatan 10 hingga 45 knot atau sekitar 18–83 kilometer per jam," ujar Ruruh kemarin (24/1).

Menurutnya, kondisi itu merupakan dampak tidak langsung dari keberadaan Siklon Tropis Luana di sekitar pantai barat laut Australia. Hingga kemarin sore, BPBD DIJ masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.


"Pendataan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan jumlah titik terdampak akan bertambah seiring laporan dari wilayah," katanya.


Berdasarkan data sementara BPBD DIJ, angin kencang itu menyebabkan kerusakan di empat kabupaten/kota di DIJ. Di Kabupaten Sleman, tercatat 68 titik terdampak yang tersebar di 11 kapanewon, yakni Cangkringan, Kalasan, Sayegan, Mlati, Ngemplak, Ngaglik, Tempel, Pakem, Turi, Sleman, dan Depok.


Dampak yang ditimbulkan, antara lain, dua korban jiwa meninggal dunia, 62 pohon tumbang, 14 akses jalan terganggu, 13 jaringan listrik rusak, 35 rumah rusak, enam kendaraan terdampak, serta satu jaringan internet terganggu.


Sementara di Kota Jogja, terdapat 16 titik kejadian di delapan kemantren, yakni Mergangsan, Kotagede, Gondomanan, Gedongtengen, Jetis, Umbulharjo, Kraton, dan Gondokusuman. Dampaknya meliputi 14 pohon tumbang, satu tempat usaha terdampak, serta satu menara atau tower mengalami kerusakan.


Di Kabupaten Bantul, angin kencang terjadi di delapan titik di tiga kapanewon yakni Banguntapan, Sewon, dan Pleret. Kejadian ini menyebabkan tujuh pohon tumbang, satu rumah rusak, serta satu akses jalan nasional terganggu.


Adapun di Kabupaten Kulon Progo, satu titik kejadian tercatat di Kapanewon Kalibawang dengan dampak satu rumah rusak dan satu pohon tumbang. Sementara Kabupaten Gunungkidul dilaporkan nihil kejadian. "BPBD DIJ bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan di lapangan," ungkapnya.


Diakui, unsur yang terlibat, antara lain, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, BPBD kabupaten/kota se-DIJ, Kampung Tangguh Bencana (KTB), TNI, Polri, Tagana, pemerintah kalurahan dan kapanewon, PLN, komunitas relawan kebencanaan, serta masyarakat.


BPBD DIJ menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. "Penanganan meliputi asesmen, evakuasi, pembersihan material, serta koordinasi dengan pihak terkait," bebernya.


Dua pemotor yang meninggal dunia karena tertimpa pohon randu besar terjadi di Jalan Lembah UGM, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin (24/1) pagi. Mereka meninggal dunia di lokasi kejadian.


Salah seorang warga Karangmalang, Bagas Riyanto menjelaskan, sebelum kejadian warga sekitar sebenarnya sudah mewanti-wanti agar warga berhati-hati saat melintas di Jalan Lembah UGM. Sebab, sebelum pohon randu besar itu roboh, ada pohon lain yang lebih kecil lebih dulu tumbang di sekitar jalan itu.


"Soalnya di area UGM itu banyak pohon yang condong ke jalan. Jadi bahaya kalau ada angin kencang seperti ini," tuturnya saat bertemu Radar Jogja di lokasi kejadian.


Setelah warga melakukan evakuasi pohon kecil itu dan sudah kembali ke rumah masing-masing, lanjut Bagas, tiba-tiba warga mendapatkan kabar ada satu pohon lagi tumbang di lokasi sama. Setelah warga datang ke lokasi, ternyata didapati dua orang pengendara sepeda motor yang tertimpa pohon randu besar itu.


"Itu orang Kalimantan. Seorang kakek yang sedang bersama cucunya. Mereka meninggal dunia di lokasi," ungkapnya. Kepala Pelaksana BPBD Sleman Haris Martapa menyebut kedua korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi.


Menurut Haris, pohon jenis randu itu memang berada di dalam kawasan kampus UGM. Diperkirakan diameter pohon itu sekitar 1,5 meter. "Ya ini di kawasan UGM ya. Kebetulan di samping Polsek Bulaksumur, ada satu pohon besar ini, pohon randu," lontarnya.


Di sisi lain, Kapolsek Bulaksumur AKP Subilal mengatakan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan identifikasi terhadap kedua korban. Polisi juga sedang menyelidiki penyebab tumbangnya pohon randu itu. "Mungkin akarnya kurang kuat saja. Jadi rungkat kena angin," tegasnya. (iza/ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Kota Jogja #Angin Kencang #Siklon Tropis Luana #Cuaca Ekstrem #Badan Penanggulangan Bencana Daerah