Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hanya 15 Penjahit Permak Jins Eks Jalan Sardjito yang Bersedia Pindah ke Pasar Terban Jogja, Mayoritas Cari Tempat Lain

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 22 Januari 2026 | 18:40 WIB

 

Sejumlah penjahit yang sebelumnya berada di Jalan Dr. Sardjito beraktivitas di lokasi baru, di Pasar Terban, Kota Jogja, kemarin (22/1).
Sejumlah penjahit yang sebelumnya berada di Jalan Dr. Sardjito beraktivitas di lokasi baru, di Pasar Terban, Kota Jogja, kemarin (22/1).

JOGJA - Relokasi penjahit dan permak jins yang sebelumnya menempati Jalan Dr Sardjito, Terban, Jogja tidak berjalan mulus. Dari total 74 orang anggota Paguyuban Pinang Perak, hanya 15 orang yang bersedia menempati lapak di Pasar Terban.


Ketua Paguyuban Pinang Perak Markoni mengatakan, penyebab mayoritas penjahit masih belum menempati lapak di Pasar Terban karena dinilai kurang prospektif. Sehingga, sebagian besar penjahit memilih lokasi lain.


Markoni mengungkap, beberapa anggotanya ada yang sudah menyewa kios di kawasan Demangan. Kemudian ada pula yang memilih lokasi lain tanpa sepengetahuan pengurus paguyuban.


"Ada yang pindah ke kawasan Demangan Baru kompleks kunci-kunci itu sembilan orang. Yang lain bubar semua, tidak tahu ke mana," ujar Markoni saat ditemui di Pasar Terban, Kamis (22/1).
Selain karena masalah tempat, permintaan pindah dari Pemkot Jogja yang terlalu mendadak juga menjadi masalah lain. Menurut Markoni, pada saat itu pihaknya diminta pindah 15 Januari 2026 dengan kondisi pasar yang berdebu dan ada aktivitas proyek.


Alhasil, sebagian penjahit merasa lokasi di Pasar Terban belum layak ditempati. Sehingga banyak penjahit yang terburu-buru mencari tempat lain yang lebih siap untuk aktivitas usaha.


Meskipun demikian, Markoni menyebut ada kemungkinan anggota paguyubannya menempati Pasar Terban. Namun dengan catatan lokasi itu memiliki prospek yang bagus untuk bisnis menjahit.


"Kalau pasar di luar lebih bagus, kemungkinan ya tetap di luar, tidak ke Pasar Terban,” ungkapnya.
Salah seorang penjahit servis tas dan koper yang sudah menempati lapak di Pasar Terban Pariman mengaku, prospek di lokasi baru kurang terlalu bagus. Lantaran sejak pindah dari Jalan Dr Sardjito sepekan lalu, belum banyak pesanan jahit yang masuk.


Pariman berharap, pemerintah bisa membantu promosi penyedia jasa jahit di Pasar Terban. Lantaran lokasi baru itu belum banyak dikenal masyarakat. Berbeda dengan di Jalan Dr Sardjito yang berada di pinggir jalan, sehingga orang bisa dengan mudah tahu.


"Harapannya pemerintah bisa membantu lewat iklan di media atau apa pun agar orang cepat tahu. Dengan demikian tempat ini bisa tetap menjadi sentra servis tas dan jahit," pinta pria 56 tahun ini.


Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku telah menyiapkan upaya promosi di Pasar Terban. Salah satunya dengan menggandeng UGM agar bisa menyelenggarakan atraksi budaya di pasar itu.

Baca Juga: Penjahit Taylor Street Jogja Kini Pindah ke Pasar Terban Seiring Penataan Trotoar Jalan Sardjito


"Sehingga nuansa di Pasar Terban itu berbeda dengan pasar lainnya, yaitu nuansa kemahasiswaan,” jelas Hasto. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#penjahit #Relokasi #Jalan Dr Sardjito #permak jins #Pasar terban