JOGJA – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIJ menargetkan Jalan Prambanan-Gayamharjo bisa selesai di 2027. Syaratnya usulan ke pemerintah pusat untuk inpres jalan daerah (IJD) disetujui.
"Ya semoga IJD kami disetujui," ujar Kepala DPUPESDM DIJ Anna Rina Herbranti saat dikonfirmasi, Selasa (20/1).
Tahun ini, rencana lanjutan pembangunan jalan tersebut akan ditambah sepanjang 1,5 kilometer melalui IJD tersebut. Dari total target 9,08 kilometer, jalan Prambanan-Gayamharjo telah terbangun sepanjang 4,5 km.
"Tahun ini berkontrak 1,5 km melalui IJD, tersisa tiga km diperjuangkan melalui IJD berikutnya," bebernya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Dinas PUPESDM DIJ Wira Sasongko Putro menjelaskan, sisa ruas Prambanan–Gayamharjo yang belum dibangun akan dikerjakan secara bertahap.
Rincian pembangunan jalan tersebut terbagi dalam 3,205 kilometer dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIJ.
Tepatnya melalui program IJD Kementerian PUPR. Sementara 1,35 kilometer lainnya dibangun oleh Dinas PUPESDM DIJ menggunakan Dana Keistimewaan.
“Untuk yang di kawasan Candi Ijo, pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh teman-teman PJN DIJ melalui pendanaan IJD," ujarnya.
IJD merupakan program dari Kementerian PUPR untuk peningkatan atau perbaikan kondisi jalan provinsi, kabupaten dan kota melalui anggaran pendapatan belanja nasional (APBN). Tujuannya mempercepat konektivitas antarwilayah, mendukung perekonomian daerah serta meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik.
"Kementerian PU membangun dari simpul Prambanan atau Jalan Prambanan–Piyungan ke arah selatan, sedangkan Pemprov DIJ membangun dari selatan ke utara,” katanya.
Dia menyebut, jalan tersebut ditargetkan menimbulkan multiplier effect bagi kawasan sekitar. Selain akses antarwilayah Sleman bagian timur dan kawasan selatan DI semakin lancar, sektor pariwisata di sekitar Prambanan, Candi Ijo dan Tebing Breksi. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo