Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Batal Naikkan Biaya Sewa Kios Kuliner Pasar Sentul, Hanya Lima Pedagang Memilih Bertahan

Iwan Nurwanto • Selasa, 20 Januari 2026 | 15:03 WIB

 

Kondisi lantai tiga Pasar Sentul pada Selasa (20/1/2025). Pemkot Jogja memilih tidak menaikkan biaya sewa kios dengan pertimbangan masih sepi pembeli.
Kondisi lantai tiga Pasar Sentul pada Selasa (20/1/2025). Pemkot Jogja memilih tidak menaikkan biaya sewa kios dengan pertimbangan masih sepi pembeli.

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memilih tidak menaikkan biaya sewa kios kuliner di lantai tiga Pasar Sentul tahun ini.

Meski begitu, hanya lima pedagang yang memilih bertahan buka dari total 48 kios yang disediakan.

Kios kuliner yang bertahan buka: Siomay Bandung Pak Tugiyat, Mie Ayam Bu Tini, Rujak Es Krim Pak Sony, Lontong Sayur Sumatera Uda Asdi, dan Es Teler Pak Yusuf 1.

Kelima kios itu buka dengan waktu yang berbeda-beda.

Ada yang hanya buka pagi, siang atau sore. Serta tidak semuanya buka setiap hari.

Penjaga Kios Siomay Bandung Pak Tugiyat Anik mengatakan, alasan kuat untuk bertahan di Pasar Sentul karena selama ini masih memiliki pelanggan.

Walaupun memang hanya dari pedagang pasar dan penjualan online.

Jika dua sumber pemasukan itu nantinya sepi.

Maka ada kemungkinan Syomai Pak Tugiyat menutup cabang di Pasar Sentul.

Selain itu, kebijakan pemkot untuk tidak menaikkan biaya retribusi kios pada tahun ini juga menjadi alasan lain.

Lantaran pedagang sekarang dibebankan sewa Rp 170 ribu per bulan atau sama dengan tahun lalu.

Baca Juga: Membaca Buku Bisa Dilakukan Dengan Cepat atau Lambat, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

Sementara jika normal tanpa subsidi biaya sewa kios kuliner di Pasar Sentul Rp 700 ribu per bulan.

Menurutnya, para pedagang sempat mendapatkan informasi bahwa pemkot akan mengembalikan tarif retribusi ke tarif normal untuk tahun 2026.

“Kalau tarif normal saya pilih cabut, tapi karena tidak jadi dinaikkan tahun ini ya jadinya saya memilih bertahan,” ujar Anik saat ditemui, Selasa (20/1/2026).

Pedagang lain, Sri Rahayu berharap pemkot menepati janji meramaikan lantai tiga Pasar Sentul.

Dia mendesak supaya pemerintah tidak mengecewakan para pedagang yang memilih bertahan.

Diakui pemilik Kios Es Krim Pak Sony itu, selama dua tahun ini pembeli di lantai tiga Pasar Sentul tidak ada peningkatan.

Paling-paling hanya pedagang pasar. Sementara pembeli dari luar pasar jarang ada.

“Kalau begini terus kami yang kesusahan,” keluh Sri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo menyatakan, pihaknya memang batal menaikkan biaya sewa kios.

Pertimbangannya karena lantai tiga Pasar Sentul masih sepi pembeli.

Dia mengaku, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan strategi promosi supaya lantai tiga Pasar Sentul bisa ramai pembeli.

“Kami sudah ngobrol dengan beberapa pedagang di lantai tiga, terkait rencana dan upaya supaya lantai tiga dapat lebih gayeng lagi,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pedagang pasar sentul #Pasar Sentul #pasar Sentul Jogja