JOGJA - Proyek pembangunan ulang Jembatan Kewek mulai berjalan, tahapan awal dengan melakukan uji tanah sebagai dasar penentuan pondasi jembatan.
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pengeboran dan pembongkaran ringan di sekitar jembatan sejak Sabtu (17/1/2026) lalu.
Pantauan Radar Jogja Minggu (18/1/2026) siang, sejumlah pekerja terlihat menggunakan alat seperti mesin bor dan tiang penyangga di sisi barat jembatan. Tampak juga ubin trotoar di sekitar area proyek mulai dicopoti.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, aktivitas proyek di sekitar Jembatan Kewek merupakan uji tanah.
Kegiatannya telah berlangsung sejak Sabtu lalu dan selesai paling lama dua hari setelah pekerjaan dilakukan.
“Kegiatan tersebut (uji tanah) bagian dari pekerjaan jembatan, untuk mengetahui kedalaman tanah keras sebagai penentu kedalaman pondasi,” ujar Umi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga: Tembus Desa Terisolasi dengan Trail, Kepala BNPB Pastikan Penanganan Banjir Jateng Jadi Prioritas
Umi menyampaikan, pascauji tanah selesai, proyek pembangunan ulang Jembatan Kewek dilanjutkan tahapan pengadaan.
Tahap tersebut meliputi proses penyediaan infrastruktur, lelang kontraktor, hingga penentuan desain jembatan.
Sementara untuk tahap pembangunan ulang infrastruktur jembatan, eks Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja itu menyebut dijadwalkan pada April mendatang.
Untuk langkah awal nantinya dilakukan pembongkaran total seluruh struktur jembatan.
“Untuk pembongkaran dijadwalkan bulan April juga,” bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 01 Ledok Tukangan Adi Kusuma berharap, proyek pembangunan ulang Jembatan Kewek nantinya bisa melibatkan warga sekitar. Misalnya warga diikutsertakan sebagai pekerja proyek.
Selain itu, Adi juga ingin pemerintah tidak menutup akses jalan masuk kampung selama proyek jembatan berjalan.
Sebab jalan kampung yang letaknya persis di sisi utara jembatan merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap pemerintah bisa merangkul warga,” pinta Adi. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita