Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menilik Ledok Tukangan Jogja, dari Kampung Bandit Kini Bersolek Jadi Destinasi Penyangga Malioboro  

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 16 Januari 2026 | 22:40 WIB
LAWAN STIGMA: Suasana Kampung Ledok Tukangan, Jogja kini bertransformasi menjadi destinasi wisata penyangga Malioboro (16/1/2026).
LAWAN STIGMA: Suasana Kampung Ledok Tukangan, Jogja kini bertransformasi menjadi destinasi wisata penyangga Malioboro (16/1/2026).

JOGJA - Kampung Ledok Tukangan dulu dikenal sebagai kampung bandit. Kini kampung yang terletak di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, itu bersolek sebagai destinasi wisata.

Potensi Kampung Ledok Tukangan memang cukup besar. Kampung ini diapit oleh dua stasiun kereta api dan tidak jauh dari kawasan Malioboro. Serta berada di dekat lahan parkir bus pariwisata eks Menara Kopi.

Perlintasan kereta api dan Sungai Code di kampung itu juga menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih bagi orang yang ingin menikmati pemandangan sore hari.

Ketua RW 01 Ledok Tukangan Adi Kusuma mengatakan, di era tahun 90-an kampungnya terkenal sebagai tempat tinggal para preman. Predikat buruk itu melekat hingga tahun 2000-an.

Namun kini masyarakat komitmen untuk bertransformasi menjadi lebih baik.

“Zaman 90-an itu kampung kami itu banyak preman, banyak gali. Kami ingin mengubah dari kampung gali itu menjadi kampung wisata,” ujar Adi saat ditemui, Jumat (16/1/2026).

Adi menyatakan, upaya menjadikan Kampung Ledok Tukangan sebagai kampung wisata tengah diupayakan bertahap oleh masyarakat. Salah satu yang telah dilakukan, dengan menyediakan tempat ngopi bagi anak-anak muda yang letaknya di pintu masuk kampung.

Di tempat itu, pengunjung bisa menikmati kopi sambil melihat pemandangan kereta dan aktivitas masyarakat. Ke depan warga Ledok Tukangan juga mengembangkan jalan kampung sebagai destinasi wisata kuliner kekinian.

Adi menambahkan, pengembangan potensi wisata di Ledok Tukangan juga karena warga tidak ingin jadi hanya penonton. Sebab, selama ini kampung tersebut hanya menjadi akses wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.

Selain mengembangkan potensi kampung wisata, warga juga memiliki misi mewujudkan Ledok Tukangan sebagai kampung 1.001 homestay dan 1.001 UMKM. Supaya perekonomian masyarakat bisa hidup melalui dua kegiatan itu.

"Kami berharap lima tahun ke depan wisatawan yang ke Malioboro harus mampir ke kampung kami. Kalau belum, ya belum ke Jogja,” tegas Adi setengah berpromosi.

Misi warga Ledok Tukangan juga didukung penuh legislatif. Anggota DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro berharap, inisiatif warga untuk menjadikan kampungnya sebagai destinasi wisata bisa berjalan mulus.

Dia yakin, ke depan Ledok Tukangan dapat menjadi daya dukung potensi kehadiran sumbu filosofi.

Seiring dengan pembangunan ulang Jembatan Kewek, Seno optimistis potensi di Ledok Tukangan juga akan terdongkrak.

Karena pembangunan jembatan nantinya juga akan dilengkapi dengan taman dan trotoar yang memadai.

"Kami yakin keindahan Jembatan Kewek nantinya menjadi suatu ungkitan ekonomi secara riil bagi masyarakat,” tandas politisi Partai Golkar yang juga ketua Komisi C ini. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Adi Kusuma #Tegalpanggung #Bambang Seno Baskoro #dprd kota jogja #jembatan kewek #Danurejan #sungai code #kampung wisata #Malioboro #Jogja