Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Akhir Februari 2026

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 15 Januari 2026 | 20:27 WIB
Ilustrasi hidrometeorologi
Ilustrasi hidrometeorologi

JOGJA - Pemkot Jogja memutuskan memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 28 Februari 2026.

Kebijakan itu diambil seiring adanya potensi bencana di puncak musim penghujan.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Petrus Singgih Purnomo mengatakan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejatinya sudah berakhir Desember 2025.

Namun diperpanjang karena berdasar prediksi BMKG Yogyakarta, puncak musim penghujan terjadi di periode Januari hingga Februari tahun ini.

Adapun perpanjangan status siaga darurat bencana banjir, talud longsor dan cuaca ekstrem itu diputuskan dalam Keputusan Wali Kota Jogja Nomor 490 tahun 2025.

Selama masa itu, koordinasi dan kesiapsiagaan organisasi perangkat daerah di pemkot dalam menghadapi bencana ditingkatkan.

"Jadi ini (status siaga darurat) untuk mempermudah dan mempercepat penanganan bencana,” ujar Petrus saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (14/2/2026).

Dia menyatakan potensi bencana hidrometeorologi memang perlu diwaspadai. Sebab sepanjang tahun 2025 tercatat ada kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak, 26 talud longsor, dan 12 luapan sungai.

Mengingat kejadian pohon tumbang cukup banyak, Petrus mengimbau agar masyarakat melakukan langkah mitigasi. Yakni dengan memangkas bagian pohon yang sudah lapuk atau rimbun supaya tidak menimpa bangunan dan manusia.

“Pada bulan Januari  ini juga sudah tercatat beberapa kejadian pohon tumbang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyatakan selama bulan Januari-Februari intensitas hujan diprediksi masuk kategori tinggi. Berkisar 75 – 200 mm/dasarian.

Baca Juga: Sirene EWS Meraung Dini Hari, 154 Warga Borobudur Mengungsi Akibat Ancaman Longsor

Oleh karenanya, dia mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat mulai menyiapkan langkah antisipatif selama puncak musim penghujan. Terutama di wilayah rawan bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang.

"Harus mulai melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan,” pesan Reni. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Kota Jogja #bmkg yogyakarta #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #BMKG Jogjakarta #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #Hidrometeorologi #Pemkot Jogja #Petrus Singgih Purnomo #BPBD #bencana hidrometeorologi