JOGJA - Sampah di Depo Argolubang, Kemantren Gondokusuman, kembali mengalami penumpukan selama sepekan terakhir.
Penyebabnya, karena intensitas pengangkutan armada truk yang mengalami penurunan.
Pantauan Radar Jogja, Kamis (15/1/2026) siang, tumpukan sampah di Depo Argolubang memuncak hingga genteng depo.
Padahal depo itu sempat kosong usai diterapkan larangan pembuangan sampah organik awal tahun lalu.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Depo Argolubang Desi Setyowati mengatakan, menggunungnya kembali sampah di depo karena intensitas pengangkutan menurun.
Sebab, biasanya sampah diangkut dua armada, namun sepekan terakhir hanya satu armada per hari.
Desi mengaku tidak tahu pasti penyebab menurunnya intensitas pengangkutan. Termasuk apakah karena dampak penutupan TPST Piyungan.
Namun yang pasti sangat berdampak pada sering melubernya depo. Lantaran tidak mencukupi pembuangan dari 40 penggerobak setiap harinya. Petugas pun menutup depo dengan terpal guna membatasi pembuangan.
"Sudah semingguan ini datangnya (armada) satu-satu, waktu awal (tahun) dua-dua,” ujar Desi saat ditemui di Depo Argolubang, Kamis (15/1/2026).
Sebagai informasi, TPST Piyungan mulai saat ini sudah tidak lagi menerima pembuangan sampah. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY. "Sudah Mas” ucap Kusno dalam pesan singkatnya.
Menghadapi depo-depo kembali membeludak, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku akan berkomunikasi dengan Pemprov DIY.
Seiring itu, pihaknya juga terus berupaya menurunkan produksi sampah di Kota Jogja yang mencapai 300 ton per hari dengan 150 ton di antaranya sampah organik. "Semaksimal mungkin sampah organik kami selesaikan, tidak ke Piyungan atau depo," tutur Hasto. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun