JOGJA- Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada 6.059.259 kendaraan melintas selama 18 hari masa angkutan natal dan tahun baru 2025/2026.
Tren pergerakan orang tahun ini juga berubah jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan data pergerakan kendaraan dan penumpang diperoleh melalui pantauan CCTV Jogja Smart Province di 10 titik di gerbang masuk maupun keluar DIY.
Gerbang utama dan jalur alternatif berada di Simpang Prambanan untuk sisi timur, Tempel/Jembatan Krasak di sisi utara, Temon Purworejo dan jalur lintas selatan Temon Congot melalui jalur Daendels di sisi barat, Samudra Raksa Kalibawang sebagai jalur alternatif sisi utara barat, serta Kikis Joholanang sebagai jalur alternatif sisi utara timur.
"Pemantauan juga dilakukan pada sisi timur wilayah DIY di perbatasan Kabupaten Gunungkidul, meliputi Rongkop, Semin, Gedangsari, hingga perbatasan Ngawen," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Dari pantauan di titik lokasi tersebut, Dishub DIY mencatat ada sebanyak 6.059.259 kendaraan melintas yang terdiri dari 3.158.794 kendaraan masuk dan 2.900.475 kendaraan keluar.
Jika dikonversikan ke dalam pergerakan orang, total mobilitas masyarakat selama periode tersebut diperkirakan mencapai 11.371.824 orang, dengan 5.715.454 orang masuk dan 5.656.370 orang keluar.
"Rekapitulasi data angkutan umum, tercatat total pergerakan penumpang di simpul-simpul transportasi utama mencapai 1.279.279 orang, terdiri atas 611.510 orang datang dan 667.769 orang berangkat," bebernya.
Dikatakan, Kereta Api (KA) menjadi moda transportasi tertinggi diantara moda lainnya. Stasiun terbanyak ada di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan dengan sumbangan sebanyak 58 persen dari total volume penumpang.
"Posisi kereta api sebagai moda pilihan utama masyarakat sepanjang periode itu," paparnya.
Data pergerakan penumpang itu juga didapatkan dari pantauann di Terminal Tipe A Giwangan dan Dhaksinarga, Terminal Tipe B Jombor dan Wates, Terminal Tipe C Semin, Stasiun Yogyakarta (Tugu), Stasiun Lempuyangan, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adisutjipto.
Dari hasil evaluasi, total pergerakan orang pada angkutan Nataru mengalami peningkatan sebesar 7,73 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
"Puncak mobilitas masyarakat tercatat terjadi pada 28 Desember 2025 dengan jumlah pergerakan mencapai 655.788 orang, bergeser dari pola tahun sebelumnya yang terkonsentrasi di awal masa libur," tandasnya.
Pergerakan masyarakat, lanjutnya, cenderung lebih merata hingga awal Januari. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan work from anywher yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat. Ia menilai rite perjalanan masyarakat juga cenderung seimbang dan tidak terfokus di jalan utama.
"Tidak terdapat kejadian menonjol terkait kecelakaan transportasi maupun gangguan bencana alam yang berdampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas," ucapnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin