Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang Kuliner Mengeluh Bangunan Baru Pasar Terban Tertutup, Sayangkan Tidak Ada Rooftop

Iwan Nurwanto • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:51 WIB
Kondisi lantai tiga Pasar Terban pada Selasa (13/1/2026). Bangunan baru pasar di Kemantren Gondokusuman itu dinilai sejumlah pedagang terlalu tertutup.
Kondisi lantai tiga Pasar Terban pada Selasa (13/1/2026). Bangunan baru pasar di Kemantren Gondokusuman itu dinilai sejumlah pedagang terlalu tertutup.

JOGJA - Proyek revitalisasi Pasar Terban yang digadang-gadang menjadi wajah baru ekonomi kerakyatan justru menuai kritik. Sejumlah pedagang menilai desain baru pasar tradisional di Kota Jogja itu terlalu tertutup.

Salah satu pedagang kuliner Aminah menilai, bangunan baru Pasar Terban kurang mempertimbangkan aspek pemandangan. Padahal ada potensi Tugu dan sungai yang bisa menjadi daya tarik pemadangan bagi pengunjung.

“Walaupun pasarnya sudah bagus, pengunjung itu mungkin tertariknya kepada rooftop yang bisa melihat suasana luar,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (13/1/2026).

Selain kondisi pasar yang tertutup, Aminah juga menyoroti kurangnya ventilasi. Kondisi itu membuat lantai atas Pasar Terban terasa pengap atau terasa panas.

Oleh karena itu, dia berharap ada penambahan pendingin udara seperti air conditioner (AC) atau kipas angin. Supaya pengunjung sentra kuliner Pasar Terban tetap merasa nyaman.

“Apalagi atasnya kan seng, pasti panas sekali. Kendalanya seperti itu,” beber Aminah.

Pedagang lain, Kristianti menyebut kurangnya ventilasi Pasar Terban membuat bau ayam dari lantai bawah tercium hingga lantai atas. Dia khawatir kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan pengunjung.

Wanita yang menjual kuliner seblak itu juga menyoroti kurangnya fasilitas ford court seperti yang ada di Pasar Prawirotaman. Alhasil pembeli harus berhadap-hadapan dengan pedagang ketika menikmati makanan.

“Kalau pembeli yang sepuh-sepuh mungkin gak masalah karena bisa ngobrol dengan kami, kalau anak-anak muda itu yang mungkin kurang nyaman,” jelas Kristianti.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, bangunan Pasar Terban yang tertutup akan menjadi evaluasi. Pihaknya berencana menyiapkan kawasan khusus yang bisa melihat pemandangan Tugu dan sungai.

Selain itu, pemkot juga sudah menjalin kerjasama dengan UGM supaya bisa meramaikan Pasar Terban. Kegiatan yang sudah direncanakan berupa atraksi budaya yang diselenggarakan oleh mahasiswa di lingkungan pasar.

“Saya kira itu menjadi salah satu strategi supaya tidak terjadi kegagalan (revitalisasi pasar tradisional),” kata Hasto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Baru #rooftop #Kuliner #sayangkan #Mengeluh #pedagang #tertutup #Tidak Ada #bangunan #Pasar terban