JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
Terkhusus berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, kondisi tersebut disebabkan karena pertumbuhan awan hujan cukup masif.
Lantaran suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan terpantau mencapai 28 hingga 30 derajat celcius.
“Kondisi ini relatif cukup mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” ujar Warjono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/1/2026)
Selain hal tersebut, BMKG Yogyakarta juga mendeteksi adanya kondisi La Nina yang melemah.
Sehingga pola konvektif atau proses pergerakan massa udara secara vertikal meningkat.
Hal tersebut dimungkinkan mempercepat pembentukan awan hujan. Apalagi dengan kelembaban udara di DIY yang masuk kategori tinggi berkisar 65-95 persen.
Warjono menambahkan, pihaknya juga mendeteksi adanya pusat tekanan rendah di Laut Coral sebelah Timur Laut Australia.
Kondisi tersebut menyebabkan pertemuan arus angin di sepanjang wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Merauke yang bertiup dari arah Barat.
“Potensi hujan di wilayah DIY dapat terjadi pada pagi, siang, sore, dan malam hari,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Jogja Petrus Singgih Purnomo menyatakan, pihaknya sudah mendirikan posko darurat untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Bertempat di Jalan Tegalturi, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo.
Kehadiran posko untuk mempercepat koordinasi dan penanganan jika terjadi bencana.
Termasuk yang disebabkan dampak curah hujan tinggi seperti seperti banjir, talut longsor, rumah rusak, hingga pohon tumbang.
“Begitu ada laporan masuk, TRC langsung menuju lokasi bencana,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita