JOGJA - Kunjungan wisatawan di Museum Sonobudoyo, Kota Jogja tahun 2025 mengalami kemerosotan dibandingkan tahun sebelumhya.
Efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor pemicu menurunnya jumlah kunjungan tersebut.
Kepala Museum Sonobudoyo Ery Sustiyadi mengatakan, sebanyak 527.831 kunjungan yang tercatat selama 2025.
Paling banyak kunjungan terjadi pada Juli dengan jumlah 83.572.
"Memang ada penurunan kalau dibandingkan tahun 2024," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Adapun pada 2024, jumlah kunjungan di Museum Sonobudoyo mencapai 573.649.
Paling banyak kunjungan pada Desember yakni 106.274 orang. Artinya ada penurunan kunjungan sebesar 45.818.
Baca Juga: Jika Tarif Retribusi Berlaku Normal, Pedagang Pujasera Pasar Sentul Mantap Cabut Sewa Awal Tahun Ini
"Kemungkinan karena event dan aktivitas di museum juga berkurang karena efisiensi anggaran," bebernya.
Tahun 2025, efisiensi anggaran sangat berdampak pada pengelolaan kegiatan di Museum Sonobudoyo.
Agenda rutin seperti pameran temporer yang biasanya dua kali dalam setahun dikurangi menjadi satu kali. Begitupun juga pagelaran wayang.
"Efisiensi anggaran itu hampir berkurang 50 persen," tandasnya.
Baca Juga: Libur Nataru Dongkrak Kunjungan Negeri Kahyangan, Magelang, Sembilan Hari Tembus Lebih dari 20 Ribu Wisatawan
Padahal, penyelenggaraan event menjadi salah satu daya tarik museum di tengah Kota Jogja. Itu dapat menyedot jumlah kunjungan.
Kemudian kunjungan wisatawan mancanegara juga merosot tajam.
Pada 2024, kunjungannya mencapai 6.032. Sedangkan pada 2025 hanya sebanyak 943.
"Kalau target pendapatan tahun ini telah tercapai, target 3,6 miliar tercapai 4,8 miliar," jelasnya. (oso/wia)