JOGJA – Taman Pintar Jogja menutup tahun 2025 dengan capaian positif.
Destinasi wisata edukasi ini mencatat pendapatan Rp 14,5 miliar dari total 720.000 kunjungan sepanjang tahun, melampaui raihan tahun sebelumnya.
Lonjakan tertinggi terjadi pada momen libur akhir tahun, khususnya Desember.
Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila mengatakan, kunjungan pada masa libur akhir tahun itu sekitar 113.000 pengunjung.
“Selama bulan Desember rata-rata kunjungan harian mencapai 4.000 sampai 6.000 orang per hari,” ujar Karmila saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, capaian di 2025 itu telah melampaui tahun sebelumnya. Sebab pada 2024 pendapatan Taman Pintar berkisar Rp 14,3 miliar atau naik sekitar Rp 200 juta di tahun ini.
Meskipun melampaui target, Karmila mengakui banyak tantangan yang dihadapi.
Misalnya penurunan wisatawan dari Jawa Barat sebesar 15 persen karena larangan study tour.
“Namun kami bersyukur Kota Jogja tetap menjadi tujuan utama saat akhir tahun, cukup membantu kami di tengah berbagai sentimen eksternal,” katanya.
Menghadapi tahun ini, Karmila mengaku hanya akan melakukan peremajaan fasilitas.
Misalnya perbaikan playground sisi timur dan area lantai air mancur menari.
Sementara untuk penambahan wahana belum berencana dilakukan.
Lantaran di tahun sebelumnya sudah ada beberapa wahana baru. Seperti gedung oval, zona jelajah laut nusantara, zona kebaikan hidup, dan zona metrologi.
“Untuk refresh wahana kami lakukan secara bertahap, tergantung kesiapan anggaran,” sambung Karmila.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyampaikan, penambahan zona baru Taman Pintar pada tahun lalu terwujud berkat kemitraan berbagai pihak. Baik itu lembaga pemerintah maupun swasta.
Lewat kerja sama itu, Yetti berharap Taman Pintar semakin menjadi destinasi wisata yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Taman Pintar terus berkomitmen semakin maju, inklusif, dan menjadi kebanggaan Kota Jogja,” tambah Yetti. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita