Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jika Tarif Retribusi Berlaku Normal, Pedagang Pujasera Pasar Sentul Mantap Cabut Sewa Awal Tahun Ini

Iwan Nurwanto • Minggu, 4 Januari 2026 | 22:15 WIB

 

SEPI: Kios-kios pujasera di lantai Pasar Sentul yang ditinggalkan para pedagang. Pada Minggu (4/1/2025) dari total 30 kios hanya tiga yang buka.
SEPI: Kios-kios pujasera di lantai Pasar Sentul yang ditinggalkan para pedagang. Pada Minggu (4/1/2025) dari total 30 kios hanya tiga yang buka.

JOGJA - Polemik pedagang pusat jajanan serba ada (pujasera) lantai tiga Pasar Sentul belum berakhir.

Para pedagang berencana mencabut sewa kios jika tarif retribusi berlaku normal pada tahun ini.

Salah satu pedagang Sri Rahayu mengatakan, dirinya mantap mencabut sewa kios pujasera jika tarif retribusi lapak diterapkan normal. Yakni Rp 700.000 per bulan untuk satu kios.

Baca Juga: Berhenti Persis di Depan Depo THR, Pengendara Motor Keluhkan Bau Sampah hingga Antrean Mengular

Pasca relokasi dari Alun Alun Sewandanan pada bulan Maret 2024 lalu, para pedagang pujasera Pasar Sentul memang mendapatkan subsidi sewa kios.

Tarif yang berlaku Rp. 695.000 untuk empat bulan. Kemudian di tahun 2026, rencananya tarif akan berlaku normal.

“Tahun ini katanya tarif kembali normal. Jika iya, saya mantap cabut karena nanti malah tombok,” ujar Pedagang Rujak Es Krim Pak Sony itu kepada Radar Jogja, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga: Masjid Waringinsari di Sleman Turut Dibangun dengan Dana dari Pengelolaan Rongsok

Bukan tanpa alasan, Sri ingin mencabut sewa kios pujasera Pasar Sentul karena tidak prospekstif.

Selama satu tahun terakhir aktivitas jual beli di lantai tiga hampir tidak ada.

Bahkan karena kondisi itu Es Krim Pak Sony pun terpaksa membuka cabang lain.

Baca Juga: Asyik Mandi di Sungai, Pelajar Kebumen Tewas Tenggelam

Menurutnya, penyebab sepinya kios pujasera Pasar Sentul karena letak yang tidak stragegis.

Lapak-lapak pedagang pujasera tertutup dan berada di lantai paling atas. Sehingga pengunjung pasar enggan untuk naik.

Selain itu, menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja juga kurang melakukan promosi dagangan di lantai tiga Pasar Sentul.

Baca Juga: Pabrik Tahu di Ngestiharjo Terbakar, Kerugian Capai Rp 15 Juta

Alhasil aktivitas pujasera pun kurang terpublikasi kepada masyarakat.

“Ramainya kios lantai tiga cuma di awal pembukaan saja, habis itu cuma satu dua pembeli,” bebernya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Anik, penjaga gerai Syomai Pak Tugiyat ini pun berencana mencabut sewa kios pujasera Pasar Sentul tahun ini. Sebab belum ada perhatian serius dari pemerintah.

Baca Juga: Meski PSIM Jogja Berhasil Tumbangkan Semen Padang 1-0, Pelatih Van Gastel Akui Laga Berjalan Berat

Padahal para pedagang sudah menyampaikan aspirasi. Baik itu melalui dinas, anggota dewan, maupun kepala daerah secara langsung.

“Kondisinya gini-gini saja, pembelinya sedikit dan paling-paling cuma langganan” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo mengaku telah menampung aspirasi pedagang.

Baca Juga: Hadapi Tuan Rumah Kendal Tornado FC, PSS Sleman  Anggap Laga Ini seperti Final

Dia berkomitmen membantu menyampaikan kepada kepala daerah dan stakeholder terkait perihal keringanan biaya sewa kios.

"Nanti coba kami bantu sampekan juga," tutur Gunawan. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#retribusi pasar #Pasar Sentul #pedagang #pujasera