JOGJA - Tingginya kunjungan wisata ke Kota Jogja membawa berkah bagi kusir andong.
Bagaimana tidak, selama musim libur natal dan tahun baru (nataru) ini jutaan rupiah dapat dikantongi dampak banyaknya penumpang.
Salah satu kusir andong yang beroperasi di Malioboro Aris mengatakan, pada masa libur akhir tahun ini dirinya bisa mengangkut tiga penumpang sehari.
Jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa yang biasanya satu penumpang per hari.
“Naiknya itu sejak tanggal 22 Desember 2025, setiap hari bisa sampai tiga penumpang per hari," ujar Aris saat ditemui di kawasan Keraton, Jumat (2/1/2026).
Aris mengaku, setiap hari dirinya bisa mengantongi pendapatan dari Rp 450 sampai Rp 900 ribu per hari. Tergantung dari jarak rute yang diinginkan oleh penumpang.
Untuk rute pendek di sepanjang Jalan Malioboro misalnya, dipatok tarif Rp 150 ribu. Lalu rute menengah dari Malioboro sampai Kawasan Nol Kilometer Rp 200 ribu.
Sementara rute panjang dari Malioboro sampai Keraton tarifnya mencapai Rp 300 ribu.
Aris mengaku, sudah mempersiapkan segala hal untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa libur akhir tahun.
Kuda miliknya sudah diberikan vitamin agar lebih kuat menarik penumpang. Selain itu juga dibatasi perjalanannya supaya tidak kelelahan.
“Sehari maksimal tiga kali (menarik penumpang), lebih dari itu kasihan kudanya,” bebernya.
Berkah musim libur akhir tahun juga dirasakan kusir lain, Catur mengaku bisa mendapatkan empat penumpang dalam sehari.
Namun empat kali perjalanan itu hanya berlaku untuk rute pendek. Sementara jika rute panjang maksimal hanya dua sampai tiga kali perjalanan.
Kusir asal Pleret, Bantul itu menyatakan, wisatawan yang menggunakan andong berasal dari Jakarta dan Sumatera.
Mayoritas merupakan wisatawan rombongan atau keluarga. Dia pun membatasi untuk satu andong maksimal lima penumpang orang dewasa.
Meskipun permintaan cukup tinggi, Catur memastikan kesehatan kudanya tetap yang utama.
Dia tidak segan menolak atau mengalihkan ke kusir lain jika kudanya sudah kelelahan.
“Kalau kondisi cuaca panas terik saya tidak berani ambil banyak-banyak penumpang, kalau kuda lelah ya pulang,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita