JOGJA - Trayek bus listrik Jombor-Malioboro resmi ditetapkan mulai awal hingga akhir tahun ini.
Armada yang telah diujicobakan selama 2025 itu membutuhkan satu kali pengisian daya untuk melanjutkan operasional selama 16 jam.
"Dari hasil evaluasi, trayek Jombor-Malioboro yang paling layak," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Chrestina Erni Widyastuti saat dihungi melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).
Kemudian, di lokasi tersebut juga belum ada rute transportasi umum bus ke Malioboro.
"Ini juga sesuai dengan tujuan operasional bus listrik yang menjangkau ke Malioboro," ujarnya.
Dilihat dari jumlah penumpang pada dua bulan terakhir masa uji coba, masyarakat yang mengakses layanan bus listrik trayek Jombor-Malioboro relatif tinggi.
Data penumpang pada Novmeber tercatat sebanyak 6,185 dan Desember 7,752 penumpang.
"Walaupun yang uji coba rute dari bandara juga bagus, tapi kan di sana sudah ada trayek Trans Jogja 1 A jadi berpotensi tumpang tindih kalau di sana," bebernya.
Jumlah penumpang saat operasional, lanjutnya, bukan menjadi patokan utama untuk mengukur seberapa antusias masyarakat terhadap layanan bus tersebut.
Sebab, di samping masih diberlakukan secara gratis, jam opersional saat uji coba juga belum maksimal.
"Jumlah itu lebih untuk melihat pergerakan orang terbanyak di trayek mana," tandasnya.
Layanan bus listrik dibuka selama 16 jam, mulai pukul 05.30 hingga 20.30. Kemudian, tahun ini juga diberlakukan tarif reguler Rp 2.700 rupiah per perjalanan.
"Tadinya 8 jam sekarang diberlakukan 16 jam," ucapnya.
Baca Juga: Sudah Sepekan Jalan Granten-Jati di Hargotirto, Kokap, Kulon Progo Masih Tertutup Longsoran, Alat Berat Baru Diterjunkan Rabu
Menurut hasil analisa, masyarakat yang mengakses layanan trasnportasi tersebut bukan atas dasar jenis armada listrik atau non listrik.
Namun, lebih kepada kesadaran penggunaan transportasi umum yang itu dinilai masih belum menyentuh masyarakat secara luas.
"Agaknya perlu adanya kebijakan pendukung agar masyarakat tergugah untuk mengakses layanan tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Motor Masih di Basecamp, Pendaki asal Magelang Dilaporkan Hilang sejak Senin di Gunung Slamet
Secara umum, selama uji coba operasional tidak ada kendala yang berarti. Awal percobaan, diakui para pengemudi masih dalam tahap penyesuaian terkait teknis operasional. Namun, kendala tersebut berangsur tertangani.
Untuk menempuh rute Jombor-Malioboro selama 16 jam, diperlukan satu kali pengecasan.
Jadi ada jeda waktu sekitar 2 jam untuk melakukan pengecasan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di area parkir Bandara Adisucipto sebelum kembali ke jalur.
"Kapasitas baterai ini tidak cukup untuk full 16 jam operasional," katanya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita