Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh! Bisnis Sewa Motor di Kota Jogja Lesu selama Musim Libur Nataru, Ini Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Jumat, 2 Januari 2026 | 20:50 WIB
MASIH BERDERET : Beberapa sepeda motor sewaan di kawasan Stasiun Lempuyangan yang belum mendapatkan pelanggan pada Jumat (2/1/2026).
MASIH BERDERET : Beberapa sepeda motor sewaan di kawasan Stasiun Lempuyangan yang belum mendapatkan pelanggan pada Jumat (2/1/2026).

JOGJA – Program motor gratis (motis) yang digulirkan Kemenhub, berdampak pada lesunya orderan jasa persewaan sepeda motor di Jogja selama libur nataru.

Sebab, dengan motis, wisatawan bisa membawa kendaraan pribadi dari daerah asal ke daerah tujuan.

Karyawan Rental Motor Bening Galang Febri mengatakan, bahkan kondisi sepinya jasa persewaan jauh lebih parah dibandingkan masa libur Lebaran dan akhir tahun lalu.

Dari total stok 15 unit motor yang disewakan sejak awal, hanya lima sampai enam unit saja yang keluar

“Kalau tahun lalu dari tanggal 20 Desember itu sudah habis terus motornya,” ujar Galang saat ditemui di tempat usahanya yang berada di kawasan Stasiun Lempuyangan, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, motis merupakan program yang digulirkan oleh Kemenhub dengan mengangkut sepeda motor tanpa biaya menggunakan kereta api. 

Program tersebut, membuat banyak wisatawan yang datang ke Jogja bisa membawa kendaraan sendiri. Sehingga tidak lagi membutuhkan sepeda motor yang disediakan jasa persewaan.

Selain itu, menurunnya jumlah peminat sewa motor juga karena ada oknum yang memainkan harga.

Contohnya dengan menawarkan harga terlampau tinggi. Sehingga wisatawan pun enggan menyewa motor karena menganggap sudah menjadi patokan harga usaha sewa.

“Ada yang dipukul harga Rp 200 ribu untuk motor Beat, sehingga wisatawan kapok. Padahal standar di musim liburan itu Rp 100 ribu,” bebernya.

Menyiasati sepinya penyewa motor, pemilik Rental Motor Orange Marzuki justru menerapkan sistem sewa per jam.

Berbeda dengan usaha sewa motor lain yang biasanya mematok paket harian.

Skema tarif per jam itu membuat wisatawan atau penyewa lebih leluasa menentukan tarif sewa sepeda motor.

Sebab penggunaan sepeda motor bisa disesuaikan kebutuhan selama berwisata di Jogjakarta.

“Kalau pakai jam-jaman penyewa bisa menyesuaikan waktunya, tapi situasi sekarang itu memang lebih sepi. Tahun lalu seluruh unit bisa keluar semua, tahun ini unit keluar bergantian terus,” jelasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kemenhub #Kota Jogja #jasa sewa motor #lesu #Program Motis #Sewa Motor