JOGJA - Tahun 2025 telah lewat dan kita songsong 2026 ini dengan penuh optimistis. Tapi, bagaimana prediksi pertumbuhan ekonomi DIJ tahun ini? Apakah pariwisata bisa menjadi sektor andalan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jogjakarta, berikut In Sight Radar Jogja.
Sektor industri pariwisata dan kreatif masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di DIJ. Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan ditargetkan mencapai 5,1 hingga 5,9 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIJ Danang Setiadi mengatakan, kinerja pertumbuhan ekonomi DIJ tahun 2025 tumbuh kuat dan stabul. Bahkan, sampai dengan triwulan III 2025, secara kumulatif perekonomuan DIJ tumbuh 5,34 persen sekaligus menjadi tertinggi se-Pulau Jawa.
"Target tahun depan bisa di angka 5,1-5,9 sesuai dengan target dari pusat untuk DIJ di tahun 2026," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/1).
Struktur ekonomi di DIJ, lanjutnya, didominasi sektor tersier dan aktivitas berbasis jasa. Misalnya, industri pengolahan yang tumbuh 11,7 persen, konstruksi 10,3 persen, pertanian kehutanan dan perikanan 10,2 persen, akomodasi makan minum 10,1 persen, informasi dan komunikasi 9,5 persen. "Lima sektor ini menyumbang lebih dari 50 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) DIJ," bebernya.
Sektor unggulan dimaknai bukan hanya karena besar kontribusinya, melainkan keselarasan dengan karakteristik DIJ yang berkelanjutan dan berdampak luas. Ia mengategorikan sektor unggulan tersebut ke dalam empat sektor.
Pertama, jasa berbasis pengetahuan & kreativitas (pendidikan, informasi & komunikasi, jasa profesional, eEkonomi kreatif). Kedua, pariwisata dan sektor-sektor terkait (akomodasi, penyediaan makan-minum/kuliner, transportasi, jasa hiburan/event/seni budaya). Ketiga, industri pengolahan (skala menengah & berbasis lokal, terutama pada industri pengolahan makanan) dan terakhir sektor pertanian.
"Sektor ekonomi kreatif seperti perfilman, aplikasi game, sistem informasi dan desain komunikasi visual itu potensial," jelasnya.
Berkaca pada tren di tahun 2025, ia memproyeksikan empat sektor unggulan itu tetap akan menjadi unggulan di tahun 2026. Hal ini dipengaruhi dari beberapa aspek, misalnya dukungan ekosistem DIJ.
"Di sini kan kota pelajar, sumber daya manusia (SDM) terdidik dan ekosistem ekonomi kreatifnya berkembang baik," ucapnya.
Sektor pariwisata dan berbagai macam aspek pendukungnya mempunyai dampak signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Di sisi lain, pelaksanaan proyek strategis nasional seperti pembangunan jalan tol juga mendorong pertumbuhan ekonomi di DIJ.
"Tahun 2026 sektor yang maju dan berkembang tentunya pariwisata. Momentum pertumbuhan yang dirasakan pada akhir tahun 2025 ini diharapkan masih terjaga," tandansya. (oso/laz)
Editor : Herpri Kartun