JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya aktivitas Siklon Grant pada masa libur panjang natal dan tahun baru (nataru). Kondisi tersebut memicu cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, aktivitas siklon itu terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Sumatera. Fenomena tersebut membentuk pola belokan angin di sepanjang Pulau Jawa.
Kondisi tersebut membuat kecepatan angin cukup kencang di atas awan. Sehingga awan hujan sulit tumbuh di wilayah Pulau Jawa. Alhasil, kondisi cuaca di DIY untuk beberapa hari kedepan berpotensi dominan panas terik.
Meksipun begitu, masyarakat dan wisatawan tetap dihimbau untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Sebab biasanya siklon tropis Grant memicu peningkatan tinggi gelombang laut.
"Namun untuk saat ini masih terpantau aman, ketinggian gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang," ujar Warjono dalam pesan singkatnya, Kamis (25/12/2025).
Meskipun cuaca diprediksi minim hujan, Warjono mengingatkan adanya perubahan cuaca secara tiba-tiba. Sebab suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan terpantau pada kisaran 29-31 derajat celcius.
Selain itu, profil kelembaban terkini di wilayah DIY berada pada ketinggian 1 sampai 2,5 kilometer dengan tingkat kelembaban 60-95 persen. Dua kondisi tersebut memberi peluang pertumbuhan awan hujan yang dapat disertai angin kencang.
“Khususnya di DIY bagian utara pada siang hingga malam hari, dan DIY bagian selatan pada malam hingga dini hari,” beber Warjono.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan. Sebab potensi cuaca ekstrem masih mengancam hingga puncak musim hujan di periode bulan Januari - Februari mendatang.
Menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 455 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana. Melalui keputusan tersebut koordinasi antar lembaga dan relawan serta masyarakat semakin diperkuat.
“Langkah-langkah mitigasi dan kewaspadaan bersama kami harapkan memperkecil risiko dampak bencana di akhir tahun ini,” tandasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin