Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Omzet Naik 20-30 Persen dari Hari Biasa, Pedagang Oleh-Oleh Pasar Beringharjo Ungkap Wisatawan Masih Banyak yang Hanya Melihat-lihat

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 25 Desember 2025 | 04:39 WIB

 

Wisatawan menyusuri lorong Pasar Beringharjo sisi barat untuk berbelanja oleh-oleh dan cinderamata, Kota Jogja, kemarin (24/12).
Wisatawan menyusuri lorong Pasar Beringharjo sisi barat untuk berbelanja oleh-oleh dan cinderamata, Kota Jogja, kemarin (24/12).

JOGJA - Momen libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini membawa kenaikan pengunjung di Pasar Beringharjo. Namun, hal itu belum linier dengan kenaikan omzet secara signifikan pedagang.


Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo sisi Barat Ahmad Zainul Bintoro mengatakan, kenaikan jumlah pengunjung sudah terjadi sejak pekan lalu. Kondisi ini memang sudah meningkatkan omzet pedagang. Namun rata-rata baru berkisar antara 20 sampai 30 persen dibandingkan hari biasa.


Menurutnya, pendapatan pedagang yang belum signifikan disebabkan karena mayoritas pengunjung atau wisatawan yang datang ke Pasar Beringharjo hanya melihat-lihat. Serta tidak sedikit pula yang menawar dengan harga sangat rendah.


Bintoro memahami, kondisi itu bisa disebabkan situasi ekonomi yang belum baik. Apalagi saat ini juga banyak kebutuhan terkait dengan biaya sekolah.


"Jadi kalau murah beli, kalau tidak murah ya tidak jadi beli begitu. Tapi juga ada wisatawan yang benar-benar membutuhkan, jadi berapa pun harganya tetap dibeli,” ujar Bintoro saat dikonfirmasi Rabu (24/12).


Selain hal itu, Bintoro mengungkap persaingan usaha oleh-oleh di kawasan Malioboro kini juga semakin ketat. Sebab sudah banyak pedagang oleh-oleh di Teras Malioboro 1, Teras Malioboro 2, serta di Pasar Sore Malioboro.


Walaupun demikian, Bintoro tetap optimistis mendekati tahun baru nanti omzet pedagang bakal naik signifikan. Sebab di tahun sebelumnya peningkatan jumlah pembeli akan terjadi ketika pasca-Hari Natal dan awal tahun.


“Untuk komoditas oleh-oleh yang paling banyak dicari biasanya daster ibu-ibu motif batik dan pakaian anak-anak batik,” bebernya.


Sementara salah seorang wisatawan asal Jakarta, Cendana mengaku masih sebatas melihat-lihat yang dijual di Pasar Beringharjo. Sebab komoditas seperti baju batik bukan merupakan oleh-oleh yang diprioritaskan.


"Tadi memang hanya melihat-lihat, karena rencana mau bawa oleh-oleh bakpia. Di sini rencana cari pakaian buat sendiri, tapi belum ada yang cocok,” ungkap perempuan 25 tahun ini. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#nataru #beringharjo #Libur Panjang