Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Naik Tiga Kali Lipat, Jasa Foto Baju Adat Malioboro Banjir Orderan di Libur Nataru

Herpri Kartun • Kamis, 25 Desember 2025 | 04:33 WIB

 

PANEN: Pelaku usaha jasa foto baju adat Malioboro yang kebanjiran orderan saat momen Nataru di sekitar Kantor Kepatihan Jogja, Rabu (24/12).
PANEN: Pelaku usaha jasa foto baju adat Malioboro yang kebanjiran orderan saat momen Nataru di sekitar Kantor Kepatihan Jogja, Rabu (24/12).

JOGJA - Banyaknya wisatawan yang berlibur ke Jogja, khususnya di kawasan Malioboro saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha jasa foto baju adat. Pelanggan dan juga pendapatan mereka naik drastis dibandingkan hari biasa.


Salah seorang fotografer lepas khusus baju adat Irsad Syarif Masjid mengakui adanya peningkatan konsumen yang signifikan saat Nataru. Hari biasa, rata-rata ia hanya melayani 10 hingga 15 tamu. Namun, saat ini ia bahkan bisa melayani lebih dari 25 tamu dalam sehari. "Kenaikannya hampir tiga kali lipat," ujanrnya saat ditemui di depan Kantor Kepatihan Jogja, Rabu (24/12).


Umumnya di hari biasa, pelanggan yang mengakses jasanya merupakan pasangan. Namun, tren itu berubah ketika libur Nataru. Banyak pelanggan merupakan tamu rombongan baik keluarga bnesar maupun rekan kerja. "Jadi dari jumlah orangnya bertambah, jumlah tamu nya juga bertambah," ucapnya.


Harga yang dibanderol paket foto untuk satu orang berada di kisaran Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu. Pelanggan sudah bisa mengakses sebanyak 20 file foto.


Tedapat perbedaan jam buka khusus saat Nataru. Hari biasa, layanan dibuka pukul 08.00 hingga 19.00. Sementara saat Nataru layanan dibuka pukul 06.00 hingga 15.00. Perubahan jam itu sengaja diberlakukan untuk menyiasati adanya ribuan wisatawan yang memenuhi Malioboro. Sebab, kenaikan pengunjung banyak terjadi di malam hari.


"Sedangkan spot foto di area Malioboro kan penuh dan kesulitan untuk mencari yang bagus, maka efektifnya kami fokus di siang hingga sore itu," bebernya.


Ia menyebut mayoritas wisatawan berasal dari luar Jogja. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung hingga luar Pulau Jawa. Spot foto favorit mereka adalah palang bertuliskan Jalan Malioboro. Bahkan, banyak wisatawan yang tidak menghiraukan spot foto lain dan hanya ingin berfoto di lokasi tersebut.


"Foto itu udah seperti kenang-kenangan bagi mereka, bukti bahwa mereka telah sampai di Jogja," jelasnya.


Dalam segi pendapatan, ada peningkatan yang signifikan selama libur Nataru ini. Biasanya, dalam sehari ia hanya mendapatkan 100 ribu. Namun beberapa hari ini paling ramai ia bisa mendapatkan Rp 500 hingga Rp 700 ribu. "Meskipun itu bukan patokan rata-rata setiap harinya," jelasnya.


Fotografer lainnya, Muji Untoro juga mengalami hal serupa. Peningkatan pelanggan bisa mencapai 70 persen di momen Nataru. Waktu untuk mengambil foto setiap orang sekitar 15 menit. Harga yang dipatok 5 ribu per file. "Nataru ini ada berkah tambahan bagi kami," ujarnya.


Wisatawan asal Jawa Barat Faisal Fahruddin menyampaikan alasan liburan ke Jogja karena daerah ini merupakan kota budaya dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ia datang bersama istri dan anaknya, karena bertepatan juga dengan libur sekolah. "Kami bisa mengajak anak liburan sekaligus edukasi ke museum-museum," ujarnya.


Saat ditemui ia dan keluarganya masih mengenakan baju adat Jogja karena menjadi salah satu pelanggan jasa foto baju adat di area Malioboro. Ketertarikannya untuk ikut mencoba foto karena viral di media sosial foto-foto dengan baju adat di Malioboro.


"Ke sini sekalian nyobain sewa baju adat ini untuk kenang-kenangan buat anak-anak bahwa mereka pernah ke Jogja," tandasnya. (oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#nataru #Fotografer #Malioboro