JOGJA - Masyarakat maupun wisatawan di Yogyakarta harus waspada. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terpantau adanya bibit siklon 93S di selatan Pulau Jawa. Serta bibit siklon 95S yang berada di sebelah selatan Papua.
Dua bibit siklon itu disebut cukup berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Salah satunya potensi cuaca ekstrem berupa hujan yang dapat disertai dengan angin kencang.
“Kondisi siklon membentuk pola belokan angin di sepanjang wilayah Pulau Jawa,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (21/12).
Selain aktivitas siklonik, kelembaban udara di DIY mencapai 50-90 persen. Lalu suhu muka laut dapat mencapai 29-31 derajat celcius.
Menurut Warjono, kondisi tersebut memungkinkan adanya pertumbuhan awan hujan yang cukup masif. Sehingga berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
“Khususnya di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul,” bebernya.
Baca Juga: UMK Kebumen 2026 Naik Rp 137 Ribu, KSPSI Sebut Sudah Sesuai Harapan Buruh
Lebih lanjut, aktivitas gelombang laut juga perlu diwaspadai. Lantaran hingga libur Natal di tanggal 25 Desember 2025 mendatang tinggi gelombang laut di pesisir selatan Jawa bisa masuk kategori sedang.
Oleh karena itu, Warjono meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Terkhusus pada wilayah yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.
“Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG,” pesannya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto mengaku, pihaknya sudah memetakan lokasi rawan bencana. Misalnya di kawasan Malioboro dan Kebun Binatang Gembira Loka.
Baca Juga: UMK Kebumen 2026 Naik Rp 137 Ribu, KSPSI Sebut Sudah Sesuai Harapan Buruh
Menurut dia, dua destinasi wisata tersebut rawan potensi bencana pohon tumbang dan baliho roboh. Sehingga wisatawan harus berhati-hati dan mengutamakan keselamatan diri.
“Segera melaporkan indikasi bahaya seperti pohon rapuh,” tutur Warjono. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita