JOGJA - Polresta Jogja memberi atensi lebih terhadap pesta kembang api yang dilaksanakan saat malam tahun baru nanti.
Salah satunya dengan menyiagakan tim penjinak bom (jibom) dan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di dua titik pengumpulan massa.
Wakapolresta Jogja AKBP Robertus Kokok mengatakan, dua lokasi itu berada di kawasan Tugu dan Nol Kilometer.
Di mana lokasi ini memang akan dipusatkan sebagai titik pesta kembang api saat perayaan pergantian tahun nanti agar tidak liar di berbagai wilayah.
Upaya itu akan memudahkan petugas untuk melakukan pengawasan dan penanganan. “Jadi sudah saya sarankan untuk dilibatkan anggota Jibom dari Gegana, lalu APAR masing-masing sepuluh di Tugu maupun Titik Nol,” ujar Kokok saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (17/12/2025).
Perwira polisi dengan dua melati emas di pundak itu juga mengimbau agar masyarakat tidak menerbangkan balon.
Sebab dapat meledak jika tersulut api bersamaan dengan penyalaan kembang api.
Meskipun ledakan balon memiliki kategori rendah, Kokok menilai hal tersebut dapat membahayakan pengunjung.
Termasuk mengganggu kenyamanan karena ada suara ledakan yang ditimbulkan.
“Saran saya kalau memang ada balon untuk diterbangkan, lebih baik tidak usah saja,” tegas Kokok.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya selaras dengan imbauan kepolisian soal pesta kembang api.
Hanya, pemerintah kota (pemkot) menyoroti soal timbulan sampah saat malam tahun baru.
Dia menyebut, kebiasaan masyarakat saat pesta kembang api cenderung kerap meninggalkan sampah bekas kemang api begitu saja.
Oleh karena itu, dia juga menyiagakan 17 truk sampah untuk mengatasi timbulan sampah saat malam tahun baru. “Antisipasi juga kami lakukan dengan pengosongan depo-depo,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita