Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sarkem Zona Merah Parkir Liar, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Kesal Bertahun-tahun Tak Rampung

Iwan Nurwanto • Kamis, 18 Desember 2025 | 03:02 WIB
Kawasan Jalan Pasar Kembang, Gedong Tengen, Jogja, Senin (8/7). ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
Kawasan Jalan Pasar Kembang, Gedong Tengen, Jogja, Senin (8/7). ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

 

JOGJA – Jalan Pasar Kembang (Sarkem) di kawasan pintu selatan Stasiun Tugu Jogja bakal diberi atensi lebih oleh pemerintah dan aparat kepolisian. Lantaran menjadi langganan parkir liar setiap masa libur panjang.

 

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, strategi mencegah parkir liar di sepanjang Jalan Sarkem sudah disusun oleh kepolisian. Salah satunya dengan mendirikan posko agar petugas dapat menghalau pengendara yang sengaja menghentikan kendaraan.

 

“Jalan Pasar Kembang salah satu yang saya katakan kronis, karena bertahun-tahun ada terus-menerus. Sedangkan titik lainnya bersifat musiman,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (17/12).

 Baca Juga: Indonesia Keroncong Festival 2025 Mengalun di Borobudur, Kunto Aji dengan Sentuhan Modern, Citra Scholastika Bawa Nuansa Klasik

Pantauan Radar Jogja pada Rabu sore, ruas Jalan Sarkem ditemukan banyak pelanggaran. Tidak sekadar kendaraan yang parkir di atas tanda larangan parkir. Namun juga mulai banyak pedagang yang sengaja mangkal di sepanjang rambu.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengakui, Jalan Sarkem memang menjadi atensi. Namun juga titik rawan parkir liar lain, yakni di sepanjang kawasan Tugu-Malioboro-Kraton (Gumaton).

 

Menurut Arif sapaannya, dua lokasi itu kerap menjadi titik parkir liar karena perilaku wisatawan yang selalu ingin menempatkan kendaraannya dekat dengan destinasi wisata. Sehingga kantong-kantong parkir tambahan disiapkan.

 Baca Juga: Persoalan Sampah Masih Menjadi Pekerjaan Rumah di Gunungkidul! DLH Sebut Ibu-ibu PKK Jadi Motor untuk Pengolahan

Misalnya di Stadion Kridosono dengan kapasitas 100 kendaraan. Serta lahan parkir yang berada di Jalan Margo Utomo dengan kapasitas 200 kendaraan. Kedua kantong parkir itu dikelola oleh swasta, sehingga ada kebijakan tarif berbeda dengan milik pemerintah.

 

Arif menyatakan, pihaknya juga mengantisipasi adanya aktivitas parkir nuthuk. Yakni dengan menyiapkan sebanyak 150 titik parkir digital di kantong parkir resmi milik pemerintah. Sehingga wisatawan bisa membayar parkir menggunakan QRIS dengan tarif yang sesuai. “Semoga dengan langkah-langkah preventif yang telah lakukan bisa meminimalisir kasus parkir liar dan nuthuk,” katanya.

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat mengungkap, ada tiga pos yang didirikan pihaknya di sepanjang Jalan Sarkem. Pos tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan yang bertanggung jawab menghalau kendaraan parkir.

 Baca Juga: Road to Wembley: Chelsea Lolos ke Semifinal Usai Susah Payah Bungkam Cardiff

Diakui Alvian, aktivitas parkir liar di sepanjang Jalan Sarkem memang kerap menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu, larangan menghentikan kendaraan di Jalan Pasar Kembang berlaku dari Simpang Tiga Pasar Kembang hingga Pos Polisi Malioboro (Teteg).

“Dari Simpang Tiga Pasar Kembang ke barat (Perempatan Jlagran) juga kami pasang water barrier atau tolo-tolo sebagai pembatas pintu masuk langsung ke stasiun, jadi kami langsung kanalisasi,” beber perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu. (inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#sarkem #hasto wardoyo #Wali Kota Jogja #Stasiun Tugu Jogja #parkir liar #Gumaton #jalan pasar kembang #zona merah