JOGJA- Adanya fenomena bibit Siklon 93s di perairan Indonesia berpotensi menyebabkan perubahan cuaca khususnya tingginya curah hujan di Yogyakarta. Bencana Hidrometeorologi yang paling diantisipasi adalah adanya pohon tumbang.
"Kejadian pohon tumbang malah berisiko menimbulkan korban jiwa, tahun kemarin 1 orang dan tahun ini dua orang meninggal," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustunus Ruruh Haryata saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).
Kejadian terakhir yakni hujan lebat disertai angin kencang di Sleman hingga menyebabkan dua orang meninggal di dalam becak. Maka dari itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat melakukan pemotongan pohon rawan tumbang secara mandiri. Apabila sulit, masyarakat bisa menghubungi relawan atau Damkarmat untuk membantu penebangan pohon tersebut.
"Potensi terbentuknya siklon itu di sebelah utara Lampung dan selatan Bali dan Lombok. Namun bisa berdampak terhadap curah hujan di Jawa. Sehingga kemungkinan curah hujan meningkat," bebernya.
Menurutnya, mulai pertengahan November tahun ini sudah banyak melakukan rapat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, Bazarnas, BMKG, Polda dan TNI untuk bersama melakukan inventarisasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan yang dimiliki masing-masing pihak. Hal itu untuk memastikan kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
"Jika ada wilayah terkena bencana, kami bisa memetakan mana SDM yang terdekat dan tercepat untuk dikirim," katanya.
Pihaknya juga telah dua kali menggelar simulasi menghadapi bencana Hidrometeorologi dengan polda DIY. Selama ini kerja sama dengan pihak kepolisian perlu dipupuk agar sefrekuensi dalam menghadapi bencana.
Selain mengandalkan alarm dari EWS, BPBD kabupaten/kota rutin melakukan pemantauann sungai. Apabila ada curah hujan tinggi, mereka akan memantau beberapa titik rawan yang telah mereka petakan.
Bagi masyarakat yang rumanya dekat dengan saluran drainase, mereka diminta untuk secara mandiri maupun komunal untuk menjaga kebersihan ddari sampah. Hal itu agar ketika terjadi hujan lebat, aliran air akan lancar dan tidak menyebabkan genangan hingga banjir.
"Rumah yang ada di dataran tinggi, kalau menemukan rekahan pada tanah segera melapor ke relawan di setiap kalurahan," jelasnya.
Baca Juga: Ousmane Dembele Kembali Kalahkan Lamine Yamal untuk Raih Penghargaan Pemain Pria Terbaik FIFA
Menurutnya, beberapa titik rawan longsor di DIY yakni Imogiri, Samigaluh, Jatimulyo dan Prambanan daerah pegunungan. Kemudian titik rawan banjir biasanya di Kulon Progo. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin