Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Jembatan Kewek Ditutup, Dishub Kota Jogja Klaim Lalin Kembali Kondusif

Iwan Nurwanto • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:30 WIB
Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Abu Bakar Ali, timur Jembatan Kleringan, Kota Jogja, Selasa (16/12).
Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Abu Bakar Ali, timur Jembatan Kleringan, Kota Jogja, Selasa (16/12).

JOGJA - Kepadatan kendaraan di kawasan Malioboro diklaim oleh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja mulai terurai di tengah penutupan Jembatan Kewek. Bahkan disebut tidak ada lagi kemacetan.

Pantauan Radar Jogja Selasa (16/12) siang, kondisi lalu lintas dari Jalan Kleringan menuju arah Kridosono terpantau ramai lancar. Kepadatan kendaraan tidak sama seperti pada 10 dan 11 Desember, yang merupakan awal penutupan Jembatan Kewek.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, dampak kepadatan lalu lintas dari penutupan Jembatan Kewek hanya terjadi satu dua hari pertama. Kemudian hingga Senin (15/12), jumlah kendaraan yang melintas di sekitar jembatan berangsur menurun.

Arif menyebut, kemacetan yang terjadi awal penutupan Jembatan Kewek memang menjadi hal wajar. Lantaran ruas Jalan Kleringan dan sekitarnya selama ini memang menjadi akses utama ke pusat kota.

Namun seiring dengan dampak kemacetan yang ditimbulkan, publik akhirnya mulai menghindari akses yang melewati Jembatan Kewek. Sehingga kepadatan lalu lintas pun dapat terurai ke ruas-ruas jalan yang lain.

Soal kondisi di musim libur panjang natal dan tahun baru nanti, mantan Camat Gondomanan itu menilai tidak akan terlalu padat. Sebab Dishub Kota Jogja sudah melakukan simulasi pada akhir pekan lalu dan diklaim tidak sampai menimbulkan macet parah.

Insyaa Allah aman, termasuk di libur Nataru nanti,” beber Arif.

Salah satu warga Kota Jogja Purwanto mengaku, mulai menghindari ruas Jalan Kleringan untuk menghindari macet. Meskipun sebelum penutupan dirinya setiap hari melintasi ruas jalan tersebut karena tempat kerjanya beralamat di sekitar Lempuyangan. “Sekarang saya memilih memutar lewat Gondomanan daripada macet di Malioboro,” bebernya. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #jembatan kewek #Dinas Perhubungan (Dishub) #Dishub Kota Jogja #kemacetan #Lalu Lintas #Jalan Kleringan