JOGJA - Benteng Vredeburg Kota Jogja berencana melakukan pemugaran, terutama pada zona tempat bermain anak.
Kebijakan ini, menyusul tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata (obwis) tersebut didominasi keluarga dan anak-anak.
Sehingga, untuk meningkatkan ketertarikan lebih pada mereka.
Pamong Budaya Ahli Madya Museum Benteng Vredeburg Muri Kurniawati mengatakan, penting melakukan optimalisasi fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan. Ini karena melihat antusiasme masyarakat khususnya anak-anak yang berkunjung.
Terlebih, letak dari museum tersebut berada di jantung Kota Jogja yakni di kawasan Nol Kilometer yang biasanya menjadi tempat tujuan wisatawan.
"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami untuk memberikan pelayanan terbaik," katanya saat ditemui di Kompleks Benteng Vredeburg, Senin (15/12/2025).
Dia menjelaskan, lebih dari 450 ribu wisatawan mengunjungi wisata edukasi Benteng Vredeburg selama Januari hingga November tahun ini.
Kunjungan wisatawan didominasi oleh keluarga atau anak-anak. Melihat potensi tersebut, pihak pengelola museum kemudian menginisiasi dilakukannya peningkatan dan pemugaran pada zona tempat bermain anak agar lebih nyaman dan edukatif.
Museum Vredeburg merupakan wahana edukasi yang terdapat banyak koleksi dokumen maupun benda bersejarah.
Selain itu, di dalam museum tersebut juga dilengkapi dengan visualisasi peristiwa sejarah dari masa perjuangan Pangeran Diponegoro.
"Data museum menunjukkan lebih dari 80 ribu kunjungan anak sepanjang Januari hingga November 2025," bebernya.
Menurutnya, anak-anak termasuk ke dalam kategori kelompok rentan selain lansia dan ibu menyusui.
Dalam konteks kepariwisataan, mereka perlu mendapatkan pelayanan khusus dan sarpras memadai.
"Kami sudah menyediakan fasilitas untuk mereka, namun memang belum maksimal," jelasnya.
Untuk mendukung terwujudnya sarpras dan pelayanan yang maksimal, ia menggandeng instansi terkait maupun pihak swasta.
Salah satunya MDI Ventures dan Goers melalui program corporate social responsibility (CSR) pemugaran dan peningkatan fasilitas taman bermain.
Pemugaran akan difokuskan pada pembuatan wahana bermain anak dan edukasi sejarah lebih interaktif.
"Pengunjung anak-anak di bawah 12 tahun itu tahun ini ada 81.030," tambahnya.
Arena playground di kompleks museum nantinya akan dibuat semi indoor. Hal itu agar anak-anak bisa tetap bermain walaupun cuaca hujan maupun terik.
Baca Juga: Raperda Mihol Bakal Segera Disahkan Jadi Perda, DPRD Kota Jogja Tekankan Efek Jera dan Sistem Pelaporan Digital
VP Corporate Communication and Strategies MDI Ventures Alvin Evander menambahkan, melalui program Heritage for the Next Generation, pemugaran ditargetkan rampung April 2026.
Pihaknya mendukung adanya ruang publik yang memacu tumbuh kermbang anak sekaligus memperkuat daya tarik wisata agar tetap relevan dan berkelanjutan.
"Museum ini sekarang berfungsi sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah, perlu meningkatkan ketertarikan anak-anak untuk berkunjung," ujarnya. (oso/wia)