JOGJA - Sebanyak 89 lansia lulus dalam program Sekolah Lansia yang diinisiasi Pemkot Jogja. Wisuda dilaksanakan di Graha Pandawa, Balai Kota Jogja kemarin (15/12).
Salah satu lulusan sekolah lansia Siti Rodjinah mengatakan, program itu cukup memberikan ilmu yang berguna bagi dirinya. Salah satunya menjadikan dirinya sebagai sosok yang lebih mandiri.
Warga Kumendaman, Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron itu mengaku, juga mendapat pemahaman untuk merawat diri sendiri. Termasuk mengetahui cara menjaga kesehatan dan emosi di tengah usia yang sudah tidak lagi muda.
"Selain itu saya juga senang bisa berkumpul dengan sesama lansia lainnya,” ujar Siti sesuai resmi dinyatakan lulus dari program tersebut.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, sekolah lansia menjadi program penting karena bisa memberi ilmu kepada lansia supaya lebih mandiri. Sehingga kemudian lansia tidak menjadi beban keluarga.
Hasto menekankan, pemkot akan memperluas program sekolah lansia. Pada tahun 2026 ditarget ada penambahan sembilan sekolah lansia menjadi 15 sekolah. Sebab di tahun ini baru ada enam sekolah lansia di Kota Jogja.
"Sekolah Lansia itu sangat-sangat bermanfaat, karena banyak sekali lansia ini kurang mendapatkan perhatian dari sisi bagaimana cara hidup mandiri,” kata bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Retnaningtyas menyampaikan, ada tiga sekolah diluluskan.
Meliputi 50 lansia dari Sekolah Lansia Standar 1 Sembada Padi Kelurahan Suryodiningratan, dan 39 lansia dari Sekolah Lansia Standar 2 Gemati Kelurahan Gedongkiwo.
Eno, sapaannya menjelaskan, ada tujuh materi penting yang diberikan selama menjalani sekolah lansia. Di antaranya aspek spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional vokasional, dan lingkungan.
Lewat materi itu lansia diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan kesehatan, keagamaan dan sosial budaya. "Selain itu meningkatkan kesejahteraan emosional, kemandirian dan rasa percaya diri,” tambahnya. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun