Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Sampah di Kota Jogja Diprediksi Naik Dua Lipat saat Libur Nataru, Pemkot Siapkan Dua Depo Ini untuk Tampung Sementara

Iwan Nurwanto • Senin, 15 Desember 2025 | 02:08 WIB

 

Pengguna jalan melintas di depan depo sampah kawasan Kotabaru yang sudah dalam kondisi bersih, kemarin (8/10).
Pengguna jalan melintas di depan depo sampah kawasan Kotabaru yang sudah dalam kondisi bersih, kemarin (8/10).

JOGJA - Musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Bataru) 2025/2026 berpotensi membawa lonjakan sampah seiring dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung.

Pemerintah kota (Pemkot) Jogja menyiapkan dua depo untuk menampung sampah selama masa libur panjang.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dua depo tersebut berada di Depo Mandala Krida dan Depo RRI Kotabaru.

Depo ini akan dipertahankan selalu kosong hingga mendekati masa libur panjang.

Konsekuensinya, pembuangan sampah yang selama ini masuk di dua depo itu akan dialihkan ke depo-depo lain.

“Mandala Krida dan RRI sudah saya tutup sementara,” ujar Hasto saat ditemui di UGM, Jumat (12/12/2025) lalu.

 Baca Juga: Hati-hati! Pengalaman Buruk Wisatawan Mudah Viral, DPRD-Dispar Gunungkidul Satu Suara Larang Nuthuk Harga selama Libur Nataru

Menurutnya, Depo Mandala Krida wajib kosong karena bakal difungsikan sebagai tampungan sampah akibat lonjakan wisatawan.

Sementara pengosongan Depo RRI, untuk menyambut berbagai kegiatan keagamaan malam natal yang rutin digelar di wilayah Kotabaru.

Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu mengakui, setiap masa libur panjang akhir tahun, lonjakan sampah tak bisa dihindari.

Bahkan diprediksi bisa menyentuh dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Adapun di Kota Jogja, produksi sampah harian mencapai kisaran 250 hingga 300 ton. Artinya selama masa libur panjang akhir tahun produksi sampah bisa mencapai 600 ton per hari.

Hasto menyebut, kawasan wisata bakal menjadi perhatian lebih dalam mengurangi produksi sampah.

Salah satunya di kawasan Malioboro yang biasanya selalu penuh dengan wisatawan saat malam pergantian tahun.

“Saya akan berusaha untuk announcement (memberitahu) setiap saat supaya sampah-sampah itu tidak sembarangan dibuang,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Ahmad Haryoko menyatakan, sampah dari Kota Jogja masih bisa dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan hingga awal tahun mendatang.

Sehingga lonjakan sampah saat momen libur panjang pun dimungkinkan masih bisa teratasi.

Lalu setelah pembuangan ke TPA Piyungan ditutup, Haryoko yakin timbulan sampah bisa diatasi melalui unit pengolahan sampah milik pemkot.

Meliputi TPS3R Nitikan, TPS3R Karangmiri, TPS3R Kranon,  serta TPS3R Sitimulyo 1 dan 2 yang berada di Piyungan, Bantul.

“Setelah Januari mudah-mudahan kami bisa selesaikan dengan sumber daya yang ada, melalui unit-unit pengelolaan sampah,” ungkapnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#lonjakan sampah #produksi sampah #Pemkot Jogja #Libur NATARU