JOGJA - Proses pembangunan ulang Jembatan Kewek dimungkinkan baru terlaksana pada bulan April 2027 mendatang.
Sehingga, infrastruktur penyambung kawasan Malioboro dengan Kotabaru itu paling cepat berfungsi kembali awal tahun tahun 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, pembangunan ulang Jembatan Kewek bakal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Total anggarannya mencapai Rp. 19 miliar yang bersumber dari APBN.
Umi menyampaikan, karena pembangunan Jembatan Kewek baru bisa terlaksana di bulan keempat tahun depan.
Normalnya proses pembangunan jembatan bisa memakan waktu sembilan bulan. Jembatan Kewek kemungkinan baru bisa berfungsi kembali di awal tahun 2027.
“Nanti untuk bulan Januari review DED (Detailed Engineering Design), kemudian dilanjutkan proses tender dan pengerjaan kemungkinan sekitar bulan April,” ujar Umi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (14/12/2025).
Mantan Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja itu mengungkapkan, proses pembangunan ulang infrastruktur bernama asli Kerkweg - Kéwék itu akan diawali dengan pembongkaran total struktur jembatan. Supaya bisa diganti dengan jembatan baru.
Menurutnya, Jembatan Kewek memang wajib dibangun ulang karena sudah dalam kondisi rusak berat dan berusia sekitar 101 tahun. Sehingga upaya revitalisasi jembatan hanya bisa dilakukan dengan penggantian seluruh struktur bangunan.
Umi mengungkap, dalam proses pembangunan jembatan baru pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja untuk menentukan fasad. Sebab Jembatan Kewek berada di kawasan cagar budaya. Walaupun infrastrukturnya tidak masuk sebagai bangunan cagar budaya.
“Desain harus mengikuti arahan dari Dinas Kebudayaan,” beber Umi.
Sementara itu, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Susilo Munandar menyampaikan, pembangunan ulang Jembatan Kewek diharapkan dapat menyesuaikan bentuk asli bangunan. Sebab jembatan tersebut memiliki nilai strategis saat masa penjajahan Belanda.
Susilo menyebut, instansi terkait atau pihak yang mengerjakan proyek jembatan bisa menggunakan fasad lama namun mengadaptasi teknologi modern. Sehingga keamanannya terjamin namun keaslian bentuk bangunannya tetap terjaga.
Sebagai informasi, Jembatan Kewek merupakan salah satu infrastruktur vital sejak masa penjajahan. Jembatan tersebut dibangun pada tahun 1924 dan berfungsi sebagai penghubung antara kawasan Malioboro dengan Kotabaru.
“Intinya (pembangunan jembatan) menyesuaikan dengan kebutuhan sekarang, tetapi tidak kemudian meninggalkan keadaan zaman dulunya,” jelas Susilo. (inu)
Editor : Bahana.