Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Natal dan Tahun Baru, Reservasi Hotel di DIY Belum Naik Signifikan

Iwan Nurwanto • Jumat, 12 Desember 2025 | 21:26 WIB
Hotel Mutiara sudah lama dibeli Pemda DIY. Tapi sampai sekarang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hotel Mutiara berada di Jalan Malioboro. Tepat di sisi barat kompleks Kepatihan.
Hotel Mutiara sudah lama dibeli Pemda DIY. Tapi sampai sekarang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hotel Mutiara berada di Jalan Malioboro. Tepat di sisi barat kompleks Kepatihan.

JOGJA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengungkap kondisi perhotelan menjelang natal dan tahun baru (nataru) ini masih sepi. Hal tersebut tampak dari masih rendahnya reservasi hotel meski sudah memasuki pertengahan Desember.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, tingkat reservasi hotel periode libur nataru masih berada pada kisaran 30 hingga 50 persen untuk periode tanggal 20 hingga 29 Desember. Sementara untuk periode libur di malam tahun baru dan awal Januari 2026 masih sangat sepi.

“Bahkan untuk reservasi di tanggal 30 dan 31 Desember belum terlihat hilalnya,” ujar Deddy saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (12/12/2025).

Dia mengungkapkan, kondisi perhotelan di DIY pada momen libur akhir tahun ini menurutnya juga masih jauh dari kata optimal. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu justru mengalami penurunan hingga 15 persen.

Deddy menyebut, ada berbagai faktor yang membuat reservasi hotel di momen libur akhir tahun ini merosot. Misalnya, banyak wisatawan yang lebih memilih untuk menginap di homestay, kost harian, atau rumah keluarga.

Meski demikian, dia berharap nantinya ada ceruk reservasi hotel dari kategori walking guest atau wisatawan yang menginap tanpa melakukan reservasi. Sehingga tingkat okupansi hotel di DIY bisa mendekati atau sama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara untuk fluktuasi harga reservasi hotel di momen libur akhir tahun, Deddy mengungkap, para pengusaha hotel di DIY masih menunggu pergerakan wisatawan. Namun sudah ada batas wajar kenaikan sebesar 40 persen dibandingkan harga normal.

“Teman-teman wait and see, karena kalau menaikkan setinggi 40 persen tapi daya beli masyarakatnya tidak ada, mungkin hanya menaikkan 10-20 persen,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Muh Zandaru Budi Purwanto mengungkapkan, pada tahun 2024 lalu kunjungan ke Kota Jogja mencapai 10,93 juta wisatawan. Dari jumlah tersebut 10,5 juta kunjungan merupakan wisatawan domestik. Sementara 355 ribu sisanya merupakan wisatawan mancanegara,

Kemudian untuk tahun ini, hingga bulan Oktober jumlah kunjungan mencapai sekitar 9 juta wisatawan domestik dan 274 ribu wisatawan mancanegara. Lalu untuk rata-rata lama tinggal wisatawan masih berada pada kisaran 1,77 hari. 

“Kami upayakan November dan Desember bisa mengejar hingga minimal sama dengan capaian 1,88 hari seperti tahun kemarin,” ungkap Zandaru. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jelang Nataru #Yogyakarta #Hotel #okupansi #rendah